Program OVOP: PKPU Kembali Gulirkan Bibit Pisang Ambon

LEBAK - Bertempat di Desa Muncang dilakukan pengguliran bibit pisang ambon untuk para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Waluya, Sabtu siang (26/2/2011). Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan program One Village One Product (OVOP) budidaya pisang ambon secara terpadu di Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Banten

261 Siswa Sekolah Dasar di Medan Satria RW 07 Ikuti Edukasi PHBS

BEKASI - Pagi itu, Jumat-Sabtu ((25-26/2/2011) ada agenda besar untuk penyuluhan rutin Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah dasar di Medan Satria RW 07 kerjasama PT Aqua dan PKPU. Tema yang diangkat kali ini tentang pemilahan sampah.

Go Green, Wujud Kepedulian PT ASKES Terhadap Kelestarian Alam

BANDUNG - Penghijauan adalah salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis lingkungan untuk kembali memulihkan, memelihara dan meningkatkan kondisi alam agar dapat terus berproduksi dan berfungsi secara optimal.

Tak Ada Minder, Karena Aku Bisa

GUNUNGKIDUL - Tidak ada yang tak sempurna makhluk ciptaan Tuhan, meskipun terkadang menurut pandangan manusia ada kekurangan atau cacat. Namun, dibalik itu ada rahasia yang lebih bagus yaitu semangat untuk berkarya demi keluarga dan masyarakat.

KPBA Bersama PKPU Ajarkan Guru Cara Mendongeng

PADANG - Menumbuhkan minat membaca di kalangan anak-anak, Kelompok Pencinta Bacaan Anak (KPBA) bekerjasama dengan Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU dalam pengelolaan pustaka keliling. Selain itu para guru juga diajarkan tentang cara mengelola perpustakaan dan keterampilan mendongeng

PRAKIRAAN CUACA
Kota-kota DuniaPrakiraan Cuaca Dunia (hari ini)   Tanggal 27 Januari 2010   Denpaser   Hujan   Suhu : 26 - 31 °C   Jakarta   Hujan   Suhu : 23 - 32 °C   Batam   Berawan   Suhu : 24 - 31 °C   Kualalumpur   Hujan   Suhu : 24 - 32 °C   Singapura   Hujan   Suhu : 24 - 32 °C   Manila   Berawan   Suhu : 22 - 31 °C   B. Sri Begawan   Hujan   Suhu : 24 - 32 °C   Bangkok   Hujan   Suhu : 23 - 32 °C   Hanoi   Hujan   Suhu : 16 - 18 °C   Pnom Penh   Cerah   Suhu : 22 - 32 °C   Rangoon   Berawan   Suhu : 22 - 33 °C   Tokyo   Berawan   Suhu : 4 - 9 °C   Beijing   Cerah   Suhu : -9 - 3 °C   New Delhi   Berkabut   Suhu : 8 - 22 °C   Seoul   Berawan   Suhu : -5 - -3 °C   Hongkong   Berawan   Suhu : 14 - 17 °C   Jeddah   Cerah   Suhu : 18 - 27 °C   Mekkah   Cerah   Suhu : 20 - 32 °C   Madinah   Cerah   Suhu : 11 - 23 °C   Kairo   Cerah   Suhu : 8 - 16 °C   Darwin   Hujan   Suhu : 27 - 32 °C   Perth   Berawan   Suhu : 19 - 33 °C   Sydney   Hujan   Suhu : 21 - 31 °C   Moscow : Bersalju   Suhu : -18 - -18 °C   Amsterdam   Hujan   Suhu : -2 - 2 °C   London   Berawan   Suhu : -1 - 4 °C   Frankfurt   Berawan   Suhu : -9 - -1 °C   Paris   Berawan   Suhu : -1 - 1 °C   Roma   Hujan   Suhu : 6 - 14 °C   Genewa   Berawan   Suhu : -2 - 2 °C   New York   Berawan   Suhu : 2 - 8 °C   Los Angeles   Hujan   Suhu : 11 - 16 °C   Menu UtamaKota-kota IndonesiaPrakiraan Cuaca Indonesia (hari ini)   Berlaku mulai 28 Januari 2010 pukul 07.00 WIB   Sampai dengan 29 Januari 2010 pukul 07.00 WIB   Banda Aceh   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 32 °C   Kelembaban : 64 - 96 %   Medan   Hujan Ringan   Suhu : 25 - 32 °C   Kelembaban : 64 - 94 %   Pekanbaru   Berawan   Suhu : 24 - 33 °C   Kelembaban : 53 - 92 %   Batam   Berawan   Suhu : 25 - 31 °C   Kelembaban : 63 - 93 %   Padang   Berawan   Suhu : 24 - 33 °C   Kelembaban : 66 - 95 %   Jambi   Berawan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 63 - 94 %   Palembang   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 61 - 95 %   Pangkal Pinang   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 62 - 94 %   Bengkulu   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 31 °C   Kelembaban : 60 - 98 %   Bandar Lampung   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 32 °C   Kelembaban : 58 - 95 %   Pontianak   Hujan Sedang   Suhu : 23 - 33 °C   Kelembaban : 65 - 98 %   Samarinda   Hujan Ringan   Suhu : 25 - 31 °C   Kelembaban : 67 - 95 %   Palangkaraya   Hujan Sedang   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 63 - 96 %   Banjarmasin   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 32 °C   Kelembaban : 60 - 96 %   Manado   Hujan Ringan   Suhu : 22 - 31 °C   Kelembaban : 69 - 95 %   Gorontalo   Hujan Ringan   Suhu : 25 - 32 °C   Kelembaban : 62 - 95 %   Palu   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 33 °C   Kelembaban : 52 - 90 %   Kendari   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 66 - 96 %   Makasar   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 68 - 93 %   Majene   Berawan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 60 - 90 %   Ternate   Hujan Ringan   Suhu : 25 - 30 °C   Kelembaban : 65 - 97 %   Ambon   Hujan Ringan   Suhu : 25 - 32 °C   Kelembaban : 64 - 95 %   Jayapura   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 31 °C   Kelembaban : 68 - 98 %   Sorong   Berawan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 60 - 97 %   Biak   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 30 °C   Kelembaban : 73 - 95 %   Manokwari   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 30 °C   Kelembaban : 68 - 98 %   Merauke   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 31 °C   Kelembaban : 68 - 97 %   Kupang   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 68 - 97 %   Sumbawa Besar   Berawan   Suhu : 24 - 33 °C   Kelembaban : 69 - 96 %   Mataram   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 31 °C   Kelembaban : 67 - 94 %   Denpasar   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 31 °C   Kelembaban : 65 - 95 %   Jakarta   Hujan Sedang   Suhu : 23 - 31 °C   Kelembaban : 66 - 95 %   Serang   Hujan Sedang   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 65 - 94 %   Bandung   Hujan Ringan   Suhu : 20 - 29 °C   Kelembaban : 68 - 96 %   Semarang   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 31 °C   Kelembaban : 65 - 93 %   Yogyakarta   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 64 - 95 %   Surabaya   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 33 °C   Kelembaban : 63 - 95 %   Menu Utama

20 Oktober 2010

PKPU Resmikan Balai Jahit Terpadu Pertama di Purwokerto


PURWOKERTO - Setelah menunggu selama hampir dua bulan, akhirnya Balai Jahit Terpadu pertama milik PKPU KCP Purwokerto diresmikan penggunaannya pada Minggu (17/10/2010).

Balai Jahit Terpadu ini merupakan kerjasama antara PKPU dengan PD Salimah dan Gypsum Teluk milik Pengusaha Gypsum Teluk Kris Adam Muntoha. Balai Jahit yang berlokasi di Kelurahan Karangklesem ini diikuti sebanyak 17 orang yang merupakan angkatan pertama.

"Kami bersyukur pada hari ini bisa meresmikan balai jahit ini. Kami berharap dari materi yang nanti disampaikan, para ibu-ibu di Kelurahan Karangklesem ini bisa membuka lapangan usaha sendiri sehingga bisa membantu pendapatan keluarga dan menyisihkan sebagaian pendapatannya untuk ditabung,” ujar Priambodo Ario Pamungkas selaku Kepala PKPU KCP Purwokerto.

PKPU, kata Priambodo, juga berencana untuk membuka usaha jahitan yang beranggotakan alumni dari pelatihan ini, sehingga para alumni tidak perlu mencari orderan jahit karena semua itu telah terkoordinasi melalui PKPU dan para relawan yang akan mengelola usaha jahit ini," jelas Priambodo dalam sambutannya.

Rencananya, pada Minggu (21/11/2010) mendatang, PKPU juga akan meresmikan Balai Ketrampilan Jahit Kedua di Desa Kalisube Kabupaten Banyumas yang memanfaatkan sebuah rumah wakaf pemberian donatur. Selain untuk Balai Jahit, rumah wakaf ini juga akan dimanfaatkan sebagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dan Panti Asuhan Putri Darul Jannah (Pri/PKPU/Purwokerto)

Perkaya Wawasan, PKPU Adakan Diskusi Mingguan Bersama Pakar

PURWOKERTO - Dalam rangka memperkaya wawasan manajemen dan relawan tentang kegiataan pemberdayaan masyarakat, kini PKPU KCP Purwokerto rutin menggelar diskusi pekanan bersama para pakar.

Hari Sabtu (16/10/2010) bertemakan “Membangun Koperasi Pedesaan yang Kuat dan Mengakar di Masyarakat", PKPU mengundang Manajer Koperasi Karyawan Unsoed sekaligus Manajer Koperasi RSUD Margono Sukarjo, Arsad Dalimunte.

Acara yang dihadiri seluruh manajemen dan relawan PKPU KCP Purwokerto ini berjalan baik. Hal itu terlihat dari pertanyaan dari peserta yang hadir sambung menyambung seputar topik yang dibahas.

"Saya cukup bangga dan kagum dengan PKPU yang berkeinginan untuk membuat sebuah koperasi yang mengakar di masyarakat. Hanya saja, sebelum rekan-rekan berbicara mengenai teknis implementasinya, ada yang lebih penting dari itu semua yaitu memperbaiki paradigma dari koperasi itu sendiri.

“Faktor yang terpenting adalah Koperasi adalah Komitmen untuk hidup bersama. Maka dalam koperasi, usaha-usaha yang dijalankan ataupun SHU yang dibagikan bukanlah tujuan utama, tapi merupakan "efek" dari komitmen hidup bersama tadi,” ujar Arsad Dalimunte.

Sehingga, kata Arsad Dalimunte, usaha apapun yang dijalankan tidak akan pernah merugi karena si pemakai atau penikmat usaha tersebut adalah para anggotanya sendiri. “Maka dalam koperasi, tidak ada yang namanya keberhasilan individu, yang ada adalah keberhasilan kolektif. Harus ada kerelaan untuk mengganti istilah Saya, Kamu, atau Mereka dengan kata "Kita", terang Arsad.

Rencana PKPU kedepan, diskusi ini akan kembali menghadirkan para pakar dari Perbankan Syariah, Bank Indonesia, Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat Unsoed, dan masih banyak lagi. Selain ada tambahan wawasan, PKPU juga berharap akan terjalin kerjasama yang sinergis dengan institusi-institusi yang menjadi narasumber tadi. (Pri/PKPU/Purwokerto)

Pendiri PKPU Sumbar Meninggal Dunia


PADANG - Sumatera Barat kembali kehilangan salah seorang putra terbaiknya yang konsen di bidang dakwah dan kemanusiaan, khususnya keluarga besar Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU Sumatera Barat.

Dr H Shafwan Nawawi MA, pendiri dan sekaligus Kepala Cabang Pertama PKPU Sumatera Barat, Rabu dini hari (20/10/2010) pukul 00.10 WIB telah menghembuskan nafasnya yang terakhir di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. Almarhum akan dikebumikan di tanah kelahirannya, Air Tabik Payakumbuh, hari ini.

Kepergiaan Sang Ustadz, begitu Shafwan Nawawi dikenal menjadi kedukaan mendalam bagi keluarga besar PKPU Sumbar dan juga keluarga. Kiprah beliau di bidang dakwah, kemanusiaan termasuk pendidikan terbilang aktif. Jabatan terakhir almarhum sebagai ketua jurusan Bahasa Arab dan Sastra di Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol Padang.

Sebelum meninggal dunia, Shafwan Nawawi sempat melaksanakan tugas dakwahnya selama satu bulan penuh dengan road show dakwah di negara Kangguru, Australia sebagai Duta Zakat PKPU.

Menjelang akhir perjalanan itu Shafwan Nawawi mulai merasakan sakit dan sempat dirawat di Rumah Sakit Australia sebelum kemudian dilanjutkan perawatan di Rumah Sakit M Jamil Padang. Berselang seminggu kemudian Beliau dirujuk ke RSCM. Kondisinya sempat membaik setelah operasi pengangkatan ginjal dan kemudian mendadak drop hingga meninggal dunia pada pukul 00.10 WIB setelah kembali masuk ke ruangan ICU.

Rekam jejak kiprah Shafwan Nawawi di bidang dakwah cukup dikenal. Termasuk dai yang komitmen dalam dakwah dan memiliki pengalaman panjang sebagai penggagas gerakan dakwah di Sumbar, termasuk di kampus-kampus setelah menamatkan pendidikan di Riyadh Arab Saudi dan kemudian menempuh pendidikan doktor nya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan konsentrasi Penkajian Islam pada tahun 2008.

Di PKPU, Shafwan Nawawi termasuk pendiri dan memimpin lembaga bergerak di bidang kemanusiaan dan zakat tersebut. Lembaga zakat yang dirintisnya sejak 10 tahun lalu itu kini sudah berkembang dan menjadi lembaga yang dikenal secara nasional dan internasional.

“Kepergiaan beliau menjadi duka mendalam bagi keluarga besar PKPU. Tekad kami sesuai amanah beliau, akan kami lanjutkan cita-cita dan perjuanganya untuk umat ini,” ungkap Faridansyah, saat menghantarkan jenazah dari Bandara Internasional Minangkabau ke Payakumbuh.

Atas nama keluarga, ungkap Farid, sekaligus meminta maaf kepada semua pihak yang pernah berinteraksi dengan beliau dan mendoakan agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Shafwan Nawawi dilahirkan pada 10 Oktober 1956 dengan meninggalkan satu istri dan dua orang anak laki-laki. Yaitu Ahmad Faiz (SMA) dan Ahmad Salim (SD). Beliau juga termasuk aktif di dalam pembinaan keislaman. Bahkan di tengah sakitnya menunggu operasi di RSCM, Shafwan Nawawi masih bersikeras untuk bisa hadir dalam Konfrensi Pemuda Islam Internasional, WAMY di Jakarta sebagai utusan dari Sumbar.

Dalam menghantarkan Shafwan Nawawi ke peristirahatan terakhir ini, turut hadir Direktur Utama PKPU Agung Notowiguno, Ketua Yayasan PKPU Suryama M Sastra, termasuk sejumlah pejabat di pemerintahan Kota Padang dan Sumbar. Penggerak dakwah itu kini telah mendahului kita. Selamat jalan Ustadz Shafwan, cita-citanya akan kami diteruskan. (Elfiyon/PKPU/Padang)

Lokakarya Pelatihan Program SCDRR Sumatera Barat

PADANG - Fasilitator memegang peranan penting dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat terutama dalam menyampaikan pesan dan memberikan edukasi bagi peningkatan kualitas kehidupan komunitas.

Peran tersebut juga dirasakan dalam pelaksanaan Program Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK) yang berupaya untuk mewujudkan masyarakat yang lebih aman dan memiliki budaya keselamatan. Demikian diungkapkan Manajer CBDRM PKPU Muhammad Yasin, pada Lokakarya Pelatihan (Lokalatih) pilot project 3 SCDRR (Safer Communities Disaster Risk Reduction) di Kota Padang, Selasa (19/10/2010).

Pelaksanaan Lokalatih ini merupakan rangkaian kegiatan yang akan dijalankan selama satu tahun dari implementasi pilot project 2 SCDRR di Nagari Batu Bajanjang, Kabupaten Solok yang didanai oleh UNDP (United Nations Development Program).

Kegiatan Lokalatih yang dirangkai dengan Pelatihan Tenaga Relawan bertujuan untuk memberikan pembekalan materi dasar PRBBK bagi pelaksana pilot project dan tenaga relawan yang akan mengimplementasikan SCDRR di Kota Bengkulu, sebagaimana disampaikan oleh Faridansyah, Kepala Cabang PKPU Padang pada Pengantar Kegiatan Lokalatih.

Diharapkan setelah mengikuti Lokalatih ini peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mendesain proses fasilitasi komunitas dengan berbagai teknik dan instrument yang tepat serta mampu mengimplementasikan konsep SCDRR di komunitas.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini diikuti sebanyak 15 orang yang terdiri dari enumerator, pendamping komunitas, tenaga relawan yang ke depan akan berfungsi sebagai fasilitator teknis dalam pelaksanaan pilot project SCDRR di Nagari Batu Bajanjang, Kabupaten Solok.

Peserta mendapatkan berbagai materi dan juga secara bersama merumuskan instrumen yang akan digunakan dalam melakukan pendampingan komunitas di lokasi pilot project yang secara geografis memiliki kerentanan bencana letusan gunung api Talang.

Salah satu tahapan penting sebelum mulai melakukan inisiasi pilot project SCDRR adalah mengenali kondisi sosial masyarakat melalui social mapping, sebagaimana disampaikan oleh Realino Nurza, Project Officer SCDRR Sumatera Barat PKPU.

Melalui peta sosial dengan teknik Participatory Rural Appraisal (PRA) dapat digambarkan sejarah dan perkembangan masyarakat serta analisis mengenai status masyarakat saat ini, masalah yang dihadapi, potensi konflik, struktur sosial ekonomi, dan kelembagaan di komunitas, tandas Realino.

Kegiatan ini berlangsung secara interaktif ditandai terutama dalam simulasi yang diadakan diantaranya menyusun peta sosial, matriks hazard, vulnerability, capacity analysis (HVCA), role model play, Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), Rencana Aksi Komunitas, dan Rencana Kontingensi.

Salah seorang peserta, Muhammad Zaki, mengungkapkan bahwa materi yang diperolehnya memberikan pemahaman utuh untuk nantinya diaplikasikan bagi pendampingan komunitas dalam mewujudkan komunitas yang aman dari resiko bencana.

Kedepannya, PKPU sebagai pelaksana pilot project SCDRR di Nagari Batu Bajanjang, Kabupaten Solok akan memulai tahapan pengurangan resiko bencana (PRB) di wilayah Kelurahan Lempuing dan Penurunan.

Diharapkan pada akhir periode program, masyarakat mampu mengintegrasikan dan mengaplikasi perangkat pengurangan resiko bencana serta terbentuk forum multistakeholder PRB. (Akbar/PKPU/Padang)

PKPU Gelar Training Dasar III Kader SAGITA Padang

Padang, 19 Oktober 2010 - Permasalahan gizi kurang dan gizi buruk yang masih melanda balita negeri ini, terus menginspirasi Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU untuk terus peduli menelorkan program pemberdayaan masyarakat dalam mengatasi masalah gizi masyarakat.

Program SAGITA (Sadar Gizi Ibu dan Balita) yang telah dilaksanakan oleh PT Sari Husada bersama PKPU ini merupakan salah satu upaya preventif dalam penanganan masalah gizi balita di Wilayah Kabupaten Padang Pariaman yang difokuskan pada dua dusun yaitu Kampung Ladang dan Rimbo Panjang.

Untuk mengasah skill para kadernya, PT Sari Husada bersama PKPU mengadakan training dasar untuk ketiga kalinya yang akan dilaksanakan di Aula SMAN 1 Lubuk Alung, Padang Pariaman mulai dari Selasa hingga Rabu (19-20/10/2010) mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai. Mengangkat tema yang cukup besar, yaitu “Tingkatkan Kemampuan Diri Untuk Bebaskan Balita dari Masalah Gizi“.

Program rutin SAGITA telah dimulai pada April 2010 sampai sekarang. Kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain basic line survey, pemantauan status gizi balita, penyuluhan gizi dan kesehatan, pemberian makanan tambahan (PMT) dan pemberian makanan tambahan pemulihan (PMTP), demo masak dan Training Dasar I dan II Kader SAGITA serta pemeriksaan kesehatan rutin untuk balita

Sedangkan untuk cakupan wilayah kerja SAGITA adalah seluruh balita yang terdapat dalam satu Desa. Namun pembinaan intensif lebih diprioritaskan di satu Posyandu yang terpilih di masing-masing dusun.

Menurut Koordinator Layanan Gizi PKPU, Yulia Rimawati, kegiatan training dasar III kader SAGITA yang diikuti 10 kader posyandu ini dilaksanakan agar para kader kelak dapat mencari dan mengembangkan solusi kreatif dengan memanfaatkan kearifan lokal dalam menanggulangi balita gizi buruk dan kurang, juga mempertahankan status gizi balita gizi baik.

“Kegiatan kali ini melengkapi training-training sebelumnya. Pada training dasar III ini lebih ditekankan pada peningkatan kemampuan kader untuk permasalahan yang lebih kompleks seperti pengetahuan gizi dan pengetahuan lain yang berkaitan dengan gizi serta proses alur pelaksanaan SAGITA,” ujar Yulia.

Sejauh ini, kata Yulia, pemantauan status gizi balita dilakukan minimal sebulan sekali. Balita yang terdaftar di kedua Posyandu binaan ada sebanyak 192 balita. Balita yang terdaftar ini diberikan pemberian makanan tambahan dan penyuluhan kepada Ibu balita agar status gizi mereka terjaga.

Sedangkan balita yang terdaftar menjadi peserta Pondok SAGITA ada sebanyak 31 balita. “Mereka diberikan perawatan khusus berupa pertemuan tambahan yang berisi penyuluhan dan demo masak sebagai selingan. Selain itu balita Pondok SAGITA juga mendapat Pemberian Makanan Tambahan Khusus untuk menaikkan status gizi juga menjaga status gizi mereka,” ungkap Yulia.

Secara umum hasil pemantauan status gizi balita yang menjadi peserta Pondok SAGITA menunjukkan adanya peningkatan. Balita gizi buruk mengalami penurunan dari 3 balita menjadi 0 balita. Balita gizi kurang mengalami penurunan dari 24 balita menjadi 17 balita. Balita gizi baik mengalami peningkatan dari 4 balita menjadi 12 balita.


Untuk informasi training dasar III kader SAGITA di Padang, hubungi:
Yulia Rimawati, Koordinator Gizi PKPU. Hp 08158854690
Elfiyon Tanjung, Media PKPU Padang. Hp 081276284855