Program OVOP: PKPU Kembali Gulirkan Bibit Pisang Ambon

LEBAK - Bertempat di Desa Muncang dilakukan pengguliran bibit pisang ambon untuk para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Waluya, Sabtu siang (26/2/2011). Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan program One Village One Product (OVOP) budidaya pisang ambon secara terpadu di Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Banten

261 Siswa Sekolah Dasar di Medan Satria RW 07 Ikuti Edukasi PHBS

BEKASI - Pagi itu, Jumat-Sabtu ((25-26/2/2011) ada agenda besar untuk penyuluhan rutin Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah dasar di Medan Satria RW 07 kerjasama PT Aqua dan PKPU. Tema yang diangkat kali ini tentang pemilahan sampah.

Go Green, Wujud Kepedulian PT ASKES Terhadap Kelestarian Alam

BANDUNG - Penghijauan adalah salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis lingkungan untuk kembali memulihkan, memelihara dan meningkatkan kondisi alam agar dapat terus berproduksi dan berfungsi secara optimal.

Tak Ada Minder, Karena Aku Bisa

GUNUNGKIDUL - Tidak ada yang tak sempurna makhluk ciptaan Tuhan, meskipun terkadang menurut pandangan manusia ada kekurangan atau cacat. Namun, dibalik itu ada rahasia yang lebih bagus yaitu semangat untuk berkarya demi keluarga dan masyarakat.

KPBA Bersama PKPU Ajarkan Guru Cara Mendongeng

PADANG - Menumbuhkan minat membaca di kalangan anak-anak, Kelompok Pencinta Bacaan Anak (KPBA) bekerjasama dengan Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU dalam pengelolaan pustaka keliling. Selain itu para guru juga diajarkan tentang cara mengelola perpustakaan dan keterampilan mendongeng

PRAKIRAAN CUACA
Kota-kota DuniaPrakiraan Cuaca Dunia (hari ini)   Tanggal 27 Januari 2010   Denpaser   Hujan   Suhu : 26 - 31 °C   Jakarta   Hujan   Suhu : 23 - 32 °C   Batam   Berawan   Suhu : 24 - 31 °C   Kualalumpur   Hujan   Suhu : 24 - 32 °C   Singapura   Hujan   Suhu : 24 - 32 °C   Manila   Berawan   Suhu : 22 - 31 °C   B. Sri Begawan   Hujan   Suhu : 24 - 32 °C   Bangkok   Hujan   Suhu : 23 - 32 °C   Hanoi   Hujan   Suhu : 16 - 18 °C   Pnom Penh   Cerah   Suhu : 22 - 32 °C   Rangoon   Berawan   Suhu : 22 - 33 °C   Tokyo   Berawan   Suhu : 4 - 9 °C   Beijing   Cerah   Suhu : -9 - 3 °C   New Delhi   Berkabut   Suhu : 8 - 22 °C   Seoul   Berawan   Suhu : -5 - -3 °C   Hongkong   Berawan   Suhu : 14 - 17 °C   Jeddah   Cerah   Suhu : 18 - 27 °C   Mekkah   Cerah   Suhu : 20 - 32 °C   Madinah   Cerah   Suhu : 11 - 23 °C   Kairo   Cerah   Suhu : 8 - 16 °C   Darwin   Hujan   Suhu : 27 - 32 °C   Perth   Berawan   Suhu : 19 - 33 °C   Sydney   Hujan   Suhu : 21 - 31 °C   Moscow : Bersalju   Suhu : -18 - -18 °C   Amsterdam   Hujan   Suhu : -2 - 2 °C   London   Berawan   Suhu : -1 - 4 °C   Frankfurt   Berawan   Suhu : -9 - -1 °C   Paris   Berawan   Suhu : -1 - 1 °C   Roma   Hujan   Suhu : 6 - 14 °C   Genewa   Berawan   Suhu : -2 - 2 °C   New York   Berawan   Suhu : 2 - 8 °C   Los Angeles   Hujan   Suhu : 11 - 16 °C   Menu UtamaKota-kota IndonesiaPrakiraan Cuaca Indonesia (hari ini)   Berlaku mulai 28 Januari 2010 pukul 07.00 WIB   Sampai dengan 29 Januari 2010 pukul 07.00 WIB   Banda Aceh   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 32 °C   Kelembaban : 64 - 96 %   Medan   Hujan Ringan   Suhu : 25 - 32 °C   Kelembaban : 64 - 94 %   Pekanbaru   Berawan   Suhu : 24 - 33 °C   Kelembaban : 53 - 92 %   Batam   Berawan   Suhu : 25 - 31 °C   Kelembaban : 63 - 93 %   Padang   Berawan   Suhu : 24 - 33 °C   Kelembaban : 66 - 95 %   Jambi   Berawan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 63 - 94 %   Palembang   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 61 - 95 %   Pangkal Pinang   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 62 - 94 %   Bengkulu   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 31 °C   Kelembaban : 60 - 98 %   Bandar Lampung   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 32 °C   Kelembaban : 58 - 95 %   Pontianak   Hujan Sedang   Suhu : 23 - 33 °C   Kelembaban : 65 - 98 %   Samarinda   Hujan Ringan   Suhu : 25 - 31 °C   Kelembaban : 67 - 95 %   Palangkaraya   Hujan Sedang   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 63 - 96 %   Banjarmasin   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 32 °C   Kelembaban : 60 - 96 %   Manado   Hujan Ringan   Suhu : 22 - 31 °C   Kelembaban : 69 - 95 %   Gorontalo   Hujan Ringan   Suhu : 25 - 32 °C   Kelembaban : 62 - 95 %   Palu   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 33 °C   Kelembaban : 52 - 90 %   Kendari   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 66 - 96 %   Makasar   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 68 - 93 %   Majene   Berawan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 60 - 90 %   Ternate   Hujan Ringan   Suhu : 25 - 30 °C   Kelembaban : 65 - 97 %   Ambon   Hujan Ringan   Suhu : 25 - 32 °C   Kelembaban : 64 - 95 %   Jayapura   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 31 °C   Kelembaban : 68 - 98 %   Sorong   Berawan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 60 - 97 %   Biak   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 30 °C   Kelembaban : 73 - 95 %   Manokwari   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 30 °C   Kelembaban : 68 - 98 %   Merauke   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 31 °C   Kelembaban : 68 - 97 %   Kupang   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 68 - 97 %   Sumbawa Besar   Berawan   Suhu : 24 - 33 °C   Kelembaban : 69 - 96 %   Mataram   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 31 °C   Kelembaban : 67 - 94 %   Denpasar   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 31 °C   Kelembaban : 65 - 95 %   Jakarta   Hujan Sedang   Suhu : 23 - 31 °C   Kelembaban : 66 - 95 %   Serang   Hujan Sedang   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 65 - 94 %   Bandung   Hujan Ringan   Suhu : 20 - 29 °C   Kelembaban : 68 - 96 %   Semarang   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 31 °C   Kelembaban : 65 - 93 %   Yogyakarta   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 64 - 95 %   Surabaya   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 33 °C   Kelembaban : 63 - 95 %   Menu Utama

18 Januari 2011

Program Tabung Peduli PKPU: Kerjasama Kepedulian Bersama 4 Sekolah di Bukittinggi

BUKITTINGGI - Setiap anak yang dilahirkan ke atas dunia merupakan anugerah yang benar-benar suci putih dan bersih. Seoarang anak bisa dikatakan sebagai anak yang memiliki kepedulian yang sempurna tentu berawal dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan negara.

Selama ini jika ada seorang ibu mendongengkan tentang perjuangan nabi, ataupun kisah para pejuang lainnya yang meninggalkan kisah dan inspirasi tersendiri dalam pribadi anak sebelum tidur, terutama mendongengkan kepekaan hidup terhadap masyarakat yang papa agar dalam serapan si anak mampu mempraktekkan dalam kehidupan sehari hari, terutama di lingkungan sekolah.

PKPU Bukittinggi melalui program Tabung Peduli bekerjasama dengan beberapa sekolah swasta di Kota Bukittinggi dalam menumbuh kembangkan kepedulian anak terhadap nasib yang menimpa saudaranya.

SDIT Cahaya Hati, TK Islam Adzkia, SDIT Syahiral Ilmi, SD Islam Masyithah, dalam aksi menabung telah dilakukan para siswa siswi. Mereka dengan senang hati dan sukarela menyisihkan sebagian uang untuk tabung peduli. Hal itu mereka lakukan untuk membahagiakan sahabatnya yang membutuhkan.

Kerjasama yang banyak menimbulkan faedah positis ini di sambut dengan suka cita dari elemen sekolah. Menjadikan program kepedulian terhadap sesama lewat tabung peduli merupakan keberanian sekolah mereka untuk selalu mencintai sesama.

Tabung peduli mempunyai dua sistem, pertama mengumpulkan uang lewat tabung peduli dan kedua penghitungan secara bersama. Saat perhitungan akan dimulai maka terlebih dahulu tabungan yang terkumpul selama tiga bulan dibagikan kepada anak atau penambah pembangunan sekolah dengan tujuan yang jelas, agar penyaluran yang dilakukan atas kerjasama PKPU dengan sekolah berjalan dengan baik.

Diperkirakan dalam 3 bulan, jumlah uang yang terkumpul dari 4 sekolah yang bekerjasama akan mencapai Rp 20.000.000. Semoga dengan cara mengajak anak-anak peduli kepada sesama akan tertanam dalam hatinya sampai mereka besar nantinya, menjadi penabung, dan peduli kepada sesama.

Semoga keceriaan dan ketulusan siswa siswi, serta guru bisa mengajak kepedulian sekolah negeri. Untuk kerjasama program Tabung Peduli di Bukittinggi, kontak PKPU Bukittinggi Jl. Syekh Arrasuli (belakang stasiun) No. 76, Bukittinggi, telp (0752) 23450. (PKPU/Nova/Bukittinggi)

Menteri Sosial Kunjungi Lokasi Bencana Merapi

SLEMAN - Bencana erupsi merapi yang melanda wilayah Sleman dan sekitarnya sudah berlalu dua bulan, namun efek dari bencana tersebut masih dirasakan hingga sekarang. Masih banyak pengungsi yang belum kembali ke aktivitas semula karena rumah yang dulu telah hancur tersapu awan panas maupun banjir lahar dingin.

Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah, melalui Kementrian Sosial, pemerintah memberikan bantuan bagi korban merapi. Bantuan yang diberikan tersebut merupakan santunan untuk jaminan hidup, pengisian hunian sementara (huntara) dan santunan bagi korban meninggal dunia akibat erupsi Merapi.

“Kami memberikan santunan sekitar Rp 4 juta bagi korban yang meninggal dan kami akui jika besarannya memang tak seberapa. Karena memang indeks dana yang kami miliki sangat terbatas. Untuk jaminan hidup sendiri besaran dana yang dikeluarkan adalah sekitar Rp 2,63 Miliar dan untuk isian huntara sebesar Rp4 miliar lebih,” ujar Mentri Sosial saat menyerahkan bantuan sebesar Rp 7.263.200.000 kepada Pemprov DIY dan Jateng di Bangsal Kepatihan, Selasa (11/1/2011).

Setelah menyerahkan bantuan, agenda Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengunjungi lokasi bencana erupsi Merapi di Umbulharjo dan Wukrsari pada Rabu (12/1/2011). Dalam kunjungannya, Mensos didampingi Bupati Sleman, Sri Purnomo dan beberapa staf serta pimpinan beberapa LSM termasuk Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU.

Dalam kunjungannya ke lokasi bencana tersebut, Mensos meresmikan Kampung Siaga Bencana di Umbulharjo Cangkringan. “Sekalipun kita semua tidak menginginkan terjadinya bencana, namun kewaspadaan perlu kita tingkatkan dan ini adalah gerakan untuk mewujudkan masyarakat yang peduli terhadap bencana,” ungkapnya saat membuka Kampung Siaga Bencana di Balai Desa Umbulharjo.

Mensos juga menambahkan bahwa kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana di garda depan adalah aset dan jati diri bangsa Indonesia sebenarnya. Yakni masyarakat yang tidak berfikir untuk diri sendiri serta memiliki rasa tolong-menolong yang tinggi.

Setelah meresmikan Kampung Siaga Bencana, Mensos beserta rombongan menyerahkan bantuan kasur ke shelter Plosokerep serta bantuan Kredit Usaha Bersama (KUBE) di Balai Desa Wukirsari. Saat menyerahkan bantuan untuk KUBE, Mensos berpesan supaya dana itu diharapkan terus dikembangkan untuk membangkitkan perekonomian warga dan di kelola secara akuntabel.

Dana KUBE sendiri sejumlah Rp 1 Milyar untuk 50 kelompok dan setiap kelompok menerima hibah sejumlah Rp 20 juta. “Bila pengembangan KUBE berhasil, saya akan memberikan tambahan lagi untuk masing-masing kelompok. Kalau perlu Rp 30 juta sampai Rp 50 juta per kelompok,” ujar Salim di hadapan warga yang hadir di Balai Desa Wukirsari. (PKPU/SIS/Yogyakarta)

SD Ungaran 2 Yogyakarta-PKPU: Melatih Anak untuk Peduli Sesama


YOGYAKARTA - Mengasah kepedulian anak-anak terhadap kondisi sosial dan masyarakat yang tidak mampu adalah bagian dari pendidikan yang harus mulai dipupuk sejak dini. Kepekaan sosial bukanlah sekedar ilmu yang dibacakan di depan kelas lalu siswa-siswa menghafalnya. Mereka butuh aplikasi nyata, sehingga tidak sekedar wacana teoritis dan manfaatnya dapat dirasakan oleh orang-orang yang membutuhkannya.

Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU Yogyakarta melalui program Tabung Peduli menggandeng beberapa sekolah baik negeri maupun swasta di Kota Yogyakarta dalam mengaplikasikan salah satu pendidikan karakter untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Salah satu yang digandeng PKPU adalah SD Ungaran 2 Yogyakarta yang beralamat di Jl Serma Taruna Ramli No. 3, Kotabaru, Gondokusuman, Yogyakarta berpartisipasi dalam program Tabung Peduli PKPU. Sekolah yang berdiri sejak tahun 1965 dan memiliki cukup banyak prestasi dalam setiap kompetisi ini, Rabu (12/1/2011) menerima tim PKPU yang terdiri dari Toni Ristiawan, Eko Widyarto, M. Soleh dan Solihn IS untuk membagikan Tabung Peduli sebanyak 374 buah.

Penyerahan simbolis Tabung Peduli PKPU kepada siswa-siswi SD Ungaran 2 dilaksanakan di ruang kelas V A didampingi oleh Dra Eni Susilowati selaku guru kelas dan Mustajab selaku staf SD Ungaran 2 Yogyakarta.

Dalam penyerahan tabung peduli tersebut tampak siswa-siswi sangat antusias karena penyerahan tabung peduli kepada siswa disertakan juga Tabung Peduli Raksasa sehingga banyak dari mereka langsung mengeluarkan sebagian uang saku untuk dimasukan ke dalam tabung peduli termasuk guru kelas SD Ungaran.

“Program ini sangat positif karena dapat melatih anak-anak untuk lebih peduli dengan sesama dan merupakan salah satu bentuk pendidikan karakter bagi siswa-siswi di SD Ungaran 2 Yogyakarta,” ungkap Mustajab saat diminta pendapat tentang program Tabung Peduli ini.

“Bahkan, saat erupsi Merapi terjadi SD Ungaran 2 juga mengumpulkan dana sosial yang kemudian diserahkan bagi korban erupsi Merapi dan terkumpul sekitar enam juta,” lanjut Mustajab.

Semoga apa yang dilakukan oleh SD Ungaran 2 Yogyakarta dapat menginspirasi kita semua bahwa berbagi itu mudah dan mulia sehingga diharapkan lulusan dari sekolah ini menjadi pribadi yang memiliki kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan.

PKPU Yogyakarta terus mengajak bagi lembaga pendidikan atau instansi yang ingin bekerjasama dalam program Tabung Peduli bisa menghubungi PKPU Yogyakarta, Jl Prof Dr Sardjito No 4 Yogyakarta Telp 0274-555041. (PKPU/SIS/Yogyakarta)

Napak Tilas PKPU Bandung: Dari Perjalanan Panjang Kepedulian 2010

BANDUNG - Sebagai manusia, seberapa pedulikah kita? Untaian kata tersebut hanyalah sebuah pertanyaan singkat dan hanya terdiri lima kata saja. Sederhana memang, setiap orang bisa saja untuk melafalkan dan mengajukan pertanyaan tersebut kepada siapapun.

Hanya saja yang menjadi inti dari pertanyaan tersebut adalah jawabannya. Jawaban yang saja dapat membuat kita berfikir ulang dan mengernyitkan dahi, bahkan kembali mengajukan pertanyaan untuk dirinya, ‘Sudah menjadi orang-orang yang pedulikah kita?’

Peduli adalah sebuah rasa dan sikap keberpihakan kita untuk senantiasa melibatkan diri dan menjadi bagian dari solusi dalam berbagai problematika yang terjadi di sekitar kita. Menjadi orang-orang yang peduli akan menjadikannya senantiasa terpanggil dan tergerak untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat di sekitarnya.

Apa yang dilakukan ini diharapkan dapat memperbaiki atau membantu kondisi di sekitarnya. Bukankah menjadi manusia yang bermanfaat bagi selainnya adalah sebaik-baiknya manusia?

Sejarah adalah sejarah, waktu yang sudah terlewat dan tidak akan pernah bisa untuk diputar ulang. Untuk kebaikan bersama, semoga kita bukan termasuk orang yang hanya mendengarkan dan melihat sejarah saja melainkan sebagai pelaku sejarahnya, agar semakin jelas sekaligus menegaskan bahwa kita adalah bagian dari orang-orang yang peduli. Yaitu bagian dari orang-orang yang tidak hanya mementingkan kepentingan pribadi dan berusaha menjadi sebaik-baiknya manusia.

Apa yang disampaikan bukanlah ajang untuk mencari sensasi sebuah kesombongan dari sikap kepedulian yang pernah dilakukan, tapi akan selalu menjadi pelajaran untuk bisa berlaku lebih baik lagi dalam perbaikan masyarakat. Menjadi inspirasi kebaikan bagi selainnya adalah cita-cita keberadaan PKPU, sehingga akan menambah deretan panjang orang-orang yang peduli akan sekitarnya.

Tahun 2010 boleh jadi merupakan perjalanan panjang untuk mencari identitas yang sebenarnya dari keberadaan PKPU sebagai Lembaga Kemanusiaan Nasional. Nilai keberhasilannya bukan sekedar dari berapa dana yang berhasil dihimpun dan disalurkan, bukan pula seberapa banyak jumlah penerima manfaat yang sudah mendapatkan bantuan.

Itu hanya sekedar deretan angka-angka yang berhasil dikali, ditambah, kurang ataupun bagi. Makna sesungguhnya mungkin keberadaan kita di tengah-tengah banyaknya problematika yang terjadi di masyarakat.

Sebanyak 294.062 jiwa yang tersebar di 16 kota dan kabupaten di Jawa Barat telah menjadi bagian dari perjalanan keberadaan PKPU di tahun 2010. Jumlah yang masih sedikit bahkan sangatlah kecil, belum bisa dikatakan representative sebagai perbaikan keadaan masyarakat.

Napak tilas perjalanan ini akan menjadi pemicu dalam memaksimalkan seluruh tenaga, fikiran dan potensi untuk berlaku lebih baik lagi. Sehingga akan semakin banyak masyarakat yang terbantu, bukan sekedar hitung-hitungan angka semata, tapi kualitas yang bermanfaat.

Kepala Cabang PKPU Bandung Sani Ihsan Maulana mengatakan tak ada gading yang tak retak. “Terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan kepercayaannya kepada kami untuk kembali disampaikan kepada mereka yang membutuhkan. Semoga langkah-langkah kecil yang terjalin dalam hidup dan kepedulian menjadi sumbangsih bagi perbaikan masyarakat,” kata Sani. (PKPU/Ridha Fajar/Bandung)

Program Tekad JogjaTV-PKPU: Bertahan Hidup dengan Punggung


KULONPROGO - Di tengah kondisi ekonomi yang sulit saat ini, tak banyak pilihan pekerjaan bagi Suyatni (35). Niat hati ingin sekolah di sekolah pendidikan guru kandas karena harus membantu almarhumah ibunya yang lebih dulu berprofesi sebagai buruh gendong di pasar Beringharjo Yogyakarta. Sejak tahun 1988, Suyatni sudah membantu ibunya menjadi buruh gendong di pasar Beringharjo.

Ibu dari tiga putra ini menyampaikan alasan utama kenapa masih bertahan menjadi buruh gendong adalah demi ketiga anaknya yang masih usia sekolah. Dua putranya masih SMP masing-masing kelas 3 dan 1, sedangkan satunya masih balita.

Suyatni mengisahkan awal mula menjadi buruh gendong hanya mendapat uang Rp 10.000/bulan. Namun, sekarang jika sedang ramai bisa mengumpulkan uang dari jasanya sekitar Rp 30.000- Rp 50.000,- setiap hari. Pendapatannnya itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti biaya kontrak rumah, biaya sekolah dan kebutuhan lainnya.

Setiap pagi sebelum berangkat ke pasar, Suyatni menyelesaikan pekerjaan rumahnya seperti mencuci dan memasak, kemudian setelah selesai mengantarkan putra yang paling kecil untuk dititipkan ke tetangganya. Tepat pukul 07.00 WIB biasanya ibu tangguh yang beralamat di RT 28 RW 14 Dhisil, Salamrejo, Sentolo, Kulonprogo ini berangkat ke pasar Beringharjo untuk mencari nafkah. Dengan menggunakan transportasi umum, Suyatni berangkat ke pasar Beringharjo setiap hari.

Setibanya di pasar Beringharjo, Suyanti bergabung dengan teman-temannya satu profesi di lantai 3 pasar Beringharjo untuk menunggu langganannya menurunkan atau menaikan barang. Sambil menunggu dia mengobrol dengan teman-temannya, sesekali menikmati segelas teh untuk menghilangkan rasa hausnya.

Belum lama menunggu akhirnya dia mendapatkan tugas untuk menurunkan barang. Dengan kekuatan punggung yang dimilikinya ibu tiga anak ini bisa mengangkut barang hingga 50 kg. Bahkan menurutnya sebelum punya anak biasanya dia mampu menggendong barang hingga satu kuintal.

Kisah perjuangan hidup Suyatni di atas adalah salah satu gambaran penerima tali kasih dalam program Tekad yang disiarkan di JogjaTV kerjasama PKPU Yogyakarta pada Jumat (14/1/2011) jam 19.30 WIB.

Program Tekad hasil kerjasama JogjaTV dengan PKPU Yogyakarta ini merupakan program yang menggambarkan betapa semangat atau tekad yang kuat dari seseorang dengan segala keterbatasan mampu memberi manfaat bagi keluarga atau masyarakat sekitarnya. Selain itu, program ini diharapkan menginspirasi banyak orang untuk tidak putus asa dalam menghadapi masalah. (PKPU/SIS/Yogyakarta)