Program OVOP: PKPU Kembali Gulirkan Bibit Pisang Ambon

LEBAK - Bertempat di Desa Muncang dilakukan pengguliran bibit pisang ambon untuk para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Waluya, Sabtu siang (26/2/2011). Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan program One Village One Product (OVOP) budidaya pisang ambon secara terpadu di Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Banten

261 Siswa Sekolah Dasar di Medan Satria RW 07 Ikuti Edukasi PHBS

BEKASI - Pagi itu, Jumat-Sabtu ((25-26/2/2011) ada agenda besar untuk penyuluhan rutin Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah dasar di Medan Satria RW 07 kerjasama PT Aqua dan PKPU. Tema yang diangkat kali ini tentang pemilahan sampah.

Go Green, Wujud Kepedulian PT ASKES Terhadap Kelestarian Alam

BANDUNG - Penghijauan adalah salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis lingkungan untuk kembali memulihkan, memelihara dan meningkatkan kondisi alam agar dapat terus berproduksi dan berfungsi secara optimal.

Tak Ada Minder, Karena Aku Bisa

GUNUNGKIDUL - Tidak ada yang tak sempurna makhluk ciptaan Tuhan, meskipun terkadang menurut pandangan manusia ada kekurangan atau cacat. Namun, dibalik itu ada rahasia yang lebih bagus yaitu semangat untuk berkarya demi keluarga dan masyarakat.

KPBA Bersama PKPU Ajarkan Guru Cara Mendongeng

PADANG - Menumbuhkan minat membaca di kalangan anak-anak, Kelompok Pencinta Bacaan Anak (KPBA) bekerjasama dengan Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU dalam pengelolaan pustaka keliling. Selain itu para guru juga diajarkan tentang cara mengelola perpustakaan dan keterampilan mendongeng

PRAKIRAAN CUACA
Kota-kota DuniaPrakiraan Cuaca Dunia (hari ini)   Tanggal 27 Januari 2010   Denpaser   Hujan   Suhu : 26 - 31 °C   Jakarta   Hujan   Suhu : 23 - 32 °C   Batam   Berawan   Suhu : 24 - 31 °C   Kualalumpur   Hujan   Suhu : 24 - 32 °C   Singapura   Hujan   Suhu : 24 - 32 °C   Manila   Berawan   Suhu : 22 - 31 °C   B. Sri Begawan   Hujan   Suhu : 24 - 32 °C   Bangkok   Hujan   Suhu : 23 - 32 °C   Hanoi   Hujan   Suhu : 16 - 18 °C   Pnom Penh   Cerah   Suhu : 22 - 32 °C   Rangoon   Berawan   Suhu : 22 - 33 °C   Tokyo   Berawan   Suhu : 4 - 9 °C   Beijing   Cerah   Suhu : -9 - 3 °C   New Delhi   Berkabut   Suhu : 8 - 22 °C   Seoul   Berawan   Suhu : -5 - -3 °C   Hongkong   Berawan   Suhu : 14 - 17 °C   Jeddah   Cerah   Suhu : 18 - 27 °C   Mekkah   Cerah   Suhu : 20 - 32 °C   Madinah   Cerah   Suhu : 11 - 23 °C   Kairo   Cerah   Suhu : 8 - 16 °C   Darwin   Hujan   Suhu : 27 - 32 °C   Perth   Berawan   Suhu : 19 - 33 °C   Sydney   Hujan   Suhu : 21 - 31 °C   Moscow : Bersalju   Suhu : -18 - -18 °C   Amsterdam   Hujan   Suhu : -2 - 2 °C   London   Berawan   Suhu : -1 - 4 °C   Frankfurt   Berawan   Suhu : -9 - -1 °C   Paris   Berawan   Suhu : -1 - 1 °C   Roma   Hujan   Suhu : 6 - 14 °C   Genewa   Berawan   Suhu : -2 - 2 °C   New York   Berawan   Suhu : 2 - 8 °C   Los Angeles   Hujan   Suhu : 11 - 16 °C   Menu UtamaKota-kota IndonesiaPrakiraan Cuaca Indonesia (hari ini)   Berlaku mulai 28 Januari 2010 pukul 07.00 WIB   Sampai dengan 29 Januari 2010 pukul 07.00 WIB   Banda Aceh   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 32 °C   Kelembaban : 64 - 96 %   Medan   Hujan Ringan   Suhu : 25 - 32 °C   Kelembaban : 64 - 94 %   Pekanbaru   Berawan   Suhu : 24 - 33 °C   Kelembaban : 53 - 92 %   Batam   Berawan   Suhu : 25 - 31 °C   Kelembaban : 63 - 93 %   Padang   Berawan   Suhu : 24 - 33 °C   Kelembaban : 66 - 95 %   Jambi   Berawan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 63 - 94 %   Palembang   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 61 - 95 %   Pangkal Pinang   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 62 - 94 %   Bengkulu   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 31 °C   Kelembaban : 60 - 98 %   Bandar Lampung   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 32 °C   Kelembaban : 58 - 95 %   Pontianak   Hujan Sedang   Suhu : 23 - 33 °C   Kelembaban : 65 - 98 %   Samarinda   Hujan Ringan   Suhu : 25 - 31 °C   Kelembaban : 67 - 95 %   Palangkaraya   Hujan Sedang   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 63 - 96 %   Banjarmasin   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 32 °C   Kelembaban : 60 - 96 %   Manado   Hujan Ringan   Suhu : 22 - 31 °C   Kelembaban : 69 - 95 %   Gorontalo   Hujan Ringan   Suhu : 25 - 32 °C   Kelembaban : 62 - 95 %   Palu   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 33 °C   Kelembaban : 52 - 90 %   Kendari   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 66 - 96 %   Makasar   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 68 - 93 %   Majene   Berawan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 60 - 90 %   Ternate   Hujan Ringan   Suhu : 25 - 30 °C   Kelembaban : 65 - 97 %   Ambon   Hujan Ringan   Suhu : 25 - 32 °C   Kelembaban : 64 - 95 %   Jayapura   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 31 °C   Kelembaban : 68 - 98 %   Sorong   Berawan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 60 - 97 %   Biak   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 30 °C   Kelembaban : 73 - 95 %   Manokwari   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 30 °C   Kelembaban : 68 - 98 %   Merauke   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 31 °C   Kelembaban : 68 - 97 %   Kupang   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 68 - 97 %   Sumbawa Besar   Berawan   Suhu : 24 - 33 °C   Kelembaban : 69 - 96 %   Mataram   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 31 °C   Kelembaban : 67 - 94 %   Denpasar   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 31 °C   Kelembaban : 65 - 95 %   Jakarta   Hujan Sedang   Suhu : 23 - 31 °C   Kelembaban : 66 - 95 %   Serang   Hujan Sedang   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 65 - 94 %   Bandung   Hujan Ringan   Suhu : 20 - 29 °C   Kelembaban : 68 - 96 %   Semarang   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 31 °C   Kelembaban : 65 - 93 %   Yogyakarta   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 64 - 95 %   Surabaya   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 33 °C   Kelembaban : 63 - 95 %   Menu Utama

19 Oktober 2010

Permata Bank Syariah Salurkan Zakat Rp 1,1 M

JAKARTA - PermataBank Syariah menyalurkan zakat melalui unit pelayanan Zakat Infaq/Shadaqah dan Wakaf (ZISWAF) dengan total Rp 1,1 miliar kepada 14 Lembaga Amal Zakat Infak dan Shadaqah (LAZIS).

“Keuntungan yang kami dapatkan selama ini kami kembalikan lagi kepada masyarakat melalui zakat dengan para LAZIS yang selama ini telah menjalin kemitraan bersama PermataBank Syariah. Semoga PermataBank bisa terus memberi manfaat dan nilai lebih kepada masyarakat,” kata Herwidayatmo, Wakil Direktur Utama PermataBank di Jakarta, Jumat (27/8).

Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan dukungan dari kedua pemegang saham utama yaitu PT Astra International dan Standard Chartered Bank. “Semakin baik kinerja yang kami hasilkan, semakin bertambah pula bagian yang dapat kami kembalikan kepada masyarakat. Oleh karena itu kami berkomitmen untuk terus menjaga kinerja PermataBank Syariah ini,” ujar Achmad K. Permana, Kepala PermataBank syariah.

Sebanyak 14 LAZIS dan Lembaga Sosial yang mendapat zakat adalah Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Al Azhar Peduli Ummat (APU), Rumah Zakat, Lazis Amaliah Astra, Aksi Cepat Tanggap (ACT), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Dompet Dhuafa (DD), Badan Wakaf Al Quran (BWA), Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU), Ummi Maktum, Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat, (P3M), Program Pembibitan Penghafal Al Quran (PPPA) dan Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhid (DPU-DT) serta Dewan Syariah Nasional (DSN).

Terkait dengan kinerja PermataBank Syariah, laba bersih per semester I/2010 yang berhasil dibukukan PermataBank Syariah mencapai Rp 59 miliar atau tumbuh 100 persen dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya Rp 29 miliar.

“Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh peningkatan perndapatan seiring dengan peningkatan pembiayaan, diantaranya dari margin Murabahah dan Sewa IMBT yang tercatat sebesar Rp 68,0 miliar atau mengalami kenaikan 72 persen dari Rp 39,5 miliar,” jelas Achmad.

Adapun pendapatan operasional lain tercatat Rp 38,2 miliar atau tumbuh 169 persen dari Rp 14,2 miliar di akhir Juni 2009. “Dengan demikian total pendapatan yang berhasil kita himpun hingga semester I mencapai Rp 106,2 miliar atau mengalami peningkatan hingga 98 persen dari Rp 53,7 miliar pada periode sebelumnya,” bebernya.

Jika dilihat dari sisi aset maka PermataBank Syariah juga mengalami pertumbuhan yang positif. Pada akhir Juni 2009 total aset tercatat Rp 1,49 triliun dan pada periode yang sama di 2010 mencapai Rp 1,56 triliun atau tumbuh 4 persen.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami kenaikan sebesar 31 persen, dari Rp 866,2 miliar Semester I tahun lalu menjadi Rp 1,1 trilun periode yang sama tahun ini. "Dana murah berupa Tabungan iB, imbuhnya, juga naik sekitar 117 persen menjadi Rp 482,6 miliar. Tahun sebelumnya hanya Rp 222,5 miliar," pungkasnya. (snd)

Sumber: jppn.com, E-BISNIS, Sabtu, 28 Agustus 2010

Bayar Zakat Bisa Lewat ATM, Internet, dan Ponsel

JAKARTA - Pembayaran zakat, infaq dan shadaqah (ZIS) kini dapat dilakukan lebih mudah melalui layanan online, melalui ATM, internet banking, dan mobile banking. Layanan tersebut telah dirintis bersama PT Bank Mandiri, PT Ambhara Media Artha (Ambhara), dan PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta).

Dalam kerjasama ini Bank Mandiri menyediakan channel pembayaran elektronik bagi masyarakat dan nasabah yang akan menyalurkan ZIS. Ambhara berperan dalam pengembangan dan pengintegrasian sistem ZIS Bersama. Sementara Lintasarta berperan dalam hal penyediaan infrastruktur jaringan telekomunikasi dari Badan/Lembaga Amil Zakat ke Ambhara serta dari Ambhara ke bank.

Direktur Ambhara, Aswandi Parman, dalam rilis pers Kamis (28/8) menyatakan saat ini baru tergabung empat Badan/Lembaga Amil Zakat dalam ZIS Bersama secara online. Yaitu Dompet Dhuafa Republika, Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU), Baitul Maal Hidayatullah dan Al-Azhar Peduli Umat.

"Kami akan terus membuka kesempatan bagi Badan/Lembaga Amil Zakat yang ingin bergabung dengan ZIS Bersama. Mereka cukup menyampaikan surat pernyataan yang dilengkapi dengan copy SK Menteri Agama tentang statusnya sebagai Badan/Lembaga Amil Zakat," jelasnya.

Layanan ini, kata VP Mass & Electronic Banking Bank Mandiri, Etty Nurwati, membuat seluruh nasabah Bank Mandiri maupun umat Muslim pada umumnya akan lebih dimudahkan dalam pembayaran ZIS. Sebab, mereka tidak perlu antri panjang di loket pembayaran ataupun mencari tempat-tempat penerimaan zakat dan diharapkan dapat membantu kelancaran administrasi pembayaran tersebut.

"Bank Mandiri juga membantu dengan memberikan sistem penerimaan yang akurat, transparan dan aman, karena dana pembayaran ZIS dapat dipindahkan secara langsung (realtime online) ke rekening Badan/ Lembaga Amil Zakat. Dengan hanya satu nomor rekening di Bank Mandiri, Badan/ Lembaga Amil Zakat dapat menerima pembayaran seluruh jenis ZIS dari pembayar ZIS di Bank Mandiri yang tergabung dalam ZIS Bersama," kata Etty Nurwati.

Tidak hanya itu, bagi Badan/Lembaga Amil Zakat juga disediakan fasilitas untuk mengakses laporan lengkap dan monitoring data ZIS hasil rekaman pembayar ZIS, sehingga tidak perlu melakukan konfirmasi pembayaran ke pembayar ZIS.

Melalui fasilitas monitoring tersebut, Badan/Lembaga Amil Zakat akan terbantu dalam hal pemerataan dan keakuratan penyaluran serta dapat berperan sebagai pengingat untuk data ZIS yang belum dibayar. Fasilitas akses tersebut didukung infrastruktur jaringan telekomunikasi melalui jaringan internet dari Lintasarta dengan layanan 24 jam/hari dan 7 hari/minggu,

"Dengan adanya penyediaan infrastruktur jaringan telekomunikasi dari Lintasarta diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk membayar ZIS dengan sistem penerimaan yang efektif dan efisien", ujar Bambang Priantono, Direktur Operasi Lintasarta.

Sistem ini juga menyediakan fasilitas Bukti Setor Zakat (BSZ) yang dapat dimanfaatkan pembayar ZIS sebagai bukti pendukung fasilitas pengurangan pajak yang bersangkutan. Fasilitas rincian BSZ ini dapat dicetak melalui website di www.zisbersama.org atau melalui Badan/ Lembaga Amil Zakat yang bersangkutan.

Jika pada tahun 2007 jumlah penerimaan ZIS seluruh Badan/Lembaga Amil Zakit mencapai senilai Rp1,2 triliun (dari perkiraan potensi jumlah penerimaan hasil kajian sebesar Rp8 triliun), diharapkan dengan layanan ini akan dapat meningkatkan jumlah pembayar ZIS. Penerimaan serta penyalurannya diharapkan juga lebih terkoordinasi, sehingga pendayagunaan hasil penerimaan ZIS dapat menjadi lebih terasa bagi masyarakat.

Sumber: Kompas Tekno, Jumat, 27 Agustus 2008

M Nabil, Balita Penderita Hydrosepallus dan Tumor Butuh Bantuan

PADANG - Tanpa mengenal lelah dan putus asa, Ema Dewita (29 tahun) menggendong kesana kemari Muhammad Nabil (13 bulan). Sesekali tanganya mengelus pipi anaknya dengan penuh kasih sayang. Meski tergurat wajah lelah, semangat berjuang untuk kesembuhan anaknya tak surut.

Muhammad Nabil, anak kedua dari Ema Dewita dengan Bukik, lahir dalam kondisi tidak seperti biasanya Balita yang lainnya. Balita malang ini lahir dengan kepala membesar atau disebut dengan hydrocepallus. Bahasa lainnya infeksi cairan otak.

Bahkan anak seusia ini seharusnya sudah bisa berjalan dan berbicara, tetapi Muhammad Nabil hanya mampu tergolek lemah. Badannya sendiri tak mampu menopang beratnya kepala yang kian membesar. Makin lengkap beban sang Balita ini, karena dibagian hidungnya juga muncul pembengkakan seperti tumor yang hampir sebesar telor ayam.

Ema Dewita bertutur, ketidakmampuan ekonomi membuatnya tidak mampu mengobati sang buah hati. Berbagai usaha telah dilakukannya dengan dibantu saudari sepupunya untuk menggalang bantuan.

Bahkan untuk biaya transportasi berobat membawa anaknya dari Batu Basa Kecamatan IV Koto Aur Malintang Kabupaten Padang Pariaman ke Padang dirinya tidak punya sehingga harus mengedarkan kotak infak ke pasar-pasar untuk berharap derma orang yang berbelas kasihan terhadap usahanya itu.

“Ada yang melemparkan uang Rp 500, Rp 200 san. Akhirnya kami putuskan untuk tidak lagi mengedarkan kotak infak itu,” ungkap Ema yang Jumat (26/8/2010) kemarin mendatangi Kantor Lembaga Kemanusiaan dan Amil Zakat Nasional PKPU Padang, di Siteba Padang.

Ema yang sehari-hari berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini mengaku sudah tidak tahu harus kemana mengadu. Sementara sang suami, Bukik (31 tahun) hanya bekerja sebagai jasa tukang ojek dengan menyewa kendaraan motor orang lain. Sesekali Bukik bekerja serabutan untuk menerima upah bertani.

Dari hasil ojek itu hanya mampu melepaskan kebutuhan makan dan minum sehari-hari saja. Karena Rp 30 ribuan sudah habis untuk sewa kendaraan. Belum lagi biaya BBM dan lainnya. Atas anjuran tetangganya agar membuat proposal dan mengajukannya kepada orang-orang mampu atau lembaga-lembaga bantuan. Tetapi hasilnya belum membuahkan.

Usaha Ema berusaha demi kesembuhan anaknya memang cukup panjang dan berliku. Usaha mendapatkan surat keterangan masuk dalam daftar masyarakat penerima Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) sempat terkatung-katung beberapa bulan.

Setahun kemudian barulah surat itu keluar. Sedangkan pihak kecamatan hanya bersedia mengeluarkan surat keterangan miskin saja meskipun ia kini tinggal persis di belakang kantor pemerintahan tersebut.

Pasangan suami istri ini termasuk korban gempa 2009 lalu. Rumah dan tempat tinggalnya kini sudah runtuh dan menumpang kerumah saudaranya yang lain. Gempa inipula yang menurut Ema menambah beban sang anak meski lolos dari maut karena di saat gempa terjadi ditemukan di balik lemari yang tertimbun reruntuhan rumah. Namun hidung sang anak mengalami patah dan kemudian membengkak menjadi tumor.

Kini, Muhammad Nabil tengah menunggu waktu operasi pengangkatan tumornya itu. Tidak kurang dari Rp 35 juta dana dibutuhkan. Beberapa kali Nabil sudah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis di Rumah Sakit M Jamil Padang. Lagi-lagi karena keterbatasan biaya operasi minta ditunda.

Sebab meskipun biaya operasi digratiskan, tetapi pihaknya tak punya dana untuk beli obat dan keperluan lainnya selama perawatan yang butuh waktu 6 bulan. Atas saran kenalannya, akhirnya Ema melangkahkan kaki ke PKPU Padang. Berharap adanya uluran tangan dari dermawan demi kesembuhan si kecil nya.

Kedatangan Muhammad Nabil yang disambut Ketua Bidang Pendayagunaan PKPU Padang, Dedi Abdul Kadir ini mengungkapkan akan berusaha melakukan penggalangan dana. Pihaknya mengetuk pintu hati para dermawan untuk dapat bersama-sama meringankan beban si miskin yang kini kesusahan.

Bantuan itu ungkapnya dapat disalurkan ke rekening atas nama PKPU Sumbar melalui Bank Syariah Mandiri No. 027. 000.9009 dan BNI Syariah No. 009.255.7995 atau menghungi kantor PKPU Padang di Komplek Kodam Blok J8 Siteba (0751) 7054623. (Elfiyon/PKPU Padang)

Ramadan Peduli, PKPU Berbagi Bersama Veteran RI

SURABAYA - Merdeka..Merdeka..Merdeka!!! Pekik kemerdekaan menggaung dari sebuah rumah sederhana di Karangrejo, Surabaya. 100 Lansia berseragam hitam kehijauan dan mengenakan mut duduk hikmat hingga memenuhi halaman rumah H. Suheri. “Meskipun puasa, kami tetap bersemangat untuk meneriakkan kemerdekaan!” kata salah seorang si antara mereka.

Momen 17 Agustus belum sepenuhnya terlewatkan. Meskipun bendera-bendera telah diturunkan, namun gema kemerdekaan masih dapat dirasakan. Di Ramadan yang penuh berkah ini, PKPU ingin berbagi kebahagiaan bersama dhuafa, salah satunya adalah dengan veteran kemerdekaan yang mayoritas telah berusia senja. Hal ini dilakukan sebagai kepedulian dan penghargaan atas perjuangan mereka.

Hari Sabtu (28/8/2010), PKPU Surabaya bekerjasama dengan Markas Koordinator Legiun Veteran RI (LVRI) Kelurahan Wonokromo mengadakan temu nostalgia bersama 100 veteran dhuafa di sekitar Surabaya.

Acara dengan tajuk “Ramadan Peduli, Berbagi bersama Veteran RI” ini bertujuan mengenang kembali perjuangan para pahlawan kemerdekaan sekaligus menyegarkan pikiran mereka dengan game-game seru dan tausiah dari Ustadz Abdus Salam. Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB hingga 11.00 WIB ini ditutup dengan pemberian bingkisan kepada 100 veteran dhuafa yang hadir.

Selama acara, tampak keceriaan dan senda gurau para veteran. Dalam game ‘Berpacu dalam Melodi’, peserta antusias menebak lagu-lagu nasional yang diputar panitia. Dan, luar biasa, hampir semua lagu dapat ditebak dengan benar baik judul lagu, penciptanya, dan bahkan menyanyikannya.

Anas, Ketua Pelaksana acara berbagi bersama Veteran RI ini mengungkapkan terimakasihnya kepada para veteran yang telah memperjuangkan kemerdekaan RI. “Tanpa pengorbanan Bapak dan Ibu veteran, mungkin kami tidak bisa hidup merdeka seperti ini,” ujarnya.

PKPU juga berharap, program berbagi bersama veteran dhuafa ini akan dapat meningkatkan kepedulian, rasa terima kasih, serta belajar kepahlawanan pada para pejuang kemerdekaan RI. Sebagaimana diungkapkan oleh Sarmidi, Ketua LVRI, “Kami berharap acara ini dapat menggugah generasi muda agar tidak melupakan para pejuang”.

“Sebagaimana kata presiden pertama kita, bangsa yang maju adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya. Untuk itu, setelah kemerdekaan ini diraih, isilah dengan penuh tanggung jawab. Kami para pendiri NKRI ini tidak rela jika NKRI ini dipecah belah,” ungkap Sarmidi. (Rya/PKPU Surabaya)

PKPU Bergerak Menuju Muzaffargarh, Sukkur dan Nowshera

ISLAMABAD - Hari ini, Senin (30/8/2010) PKPU memecah tim menjadi tiga bagian untuk memulai aksi kemanusiaan bagi korban banjir Pakistan. Kedua tim ini berjalan berlainan arah, satu tim yang dipimpin oleh Teguh Arief Septyawan bersama dua relawan dari PPMI menuju wilayah selatan Pakistan, yang berada di Provinsi Sindh, tepatnya di Muzaffargarh hingga Sukkur bersama Khubaib Foundation (IHH Turki-red) untuk mendistribusikan 10 ribu liter air mineral dan ifthor jamai bagi warga di dua wilayah tersebut.

Selain mendistribusikan air mineral, PKPU juga akan mengajarkan kepada beberapa relawan lokal untuk diajarkan mengenai penggunaan dari botol air mineral untuk life saving. Sehingga selain airnya bisa mereka rasakan, botol dari air tersebut dapat mereka pergunakan untuk perahu, life jaket, mainan anak-anak, lampu badai, dan merebus air panas.

Konsep inilah yang terus dilakukan oleh PKPU dalam penanganan bencana baik di Indonesia, maupun luar negeri. Konsep yang diperkenalkan PKPU ini bernama CBDRM (Community Based Disaster Risk Management).

Tim kedua dipimpin oleh Muhammad Yasin menuju Nowshera bersama Helping Hands, guna melihat kondisi real dari dampak banjir. Bersama tim ini, diterjunkan pula tim dokter, untuk melayani kesehatan yang sangat dibutuhkan saat ini bagi pengungsi korban banjir.

Sedangkan tim lainnya, berada di Sukkur untuk mengikuti meeting clusster yang dilakukan oleh UN OCHA. Relawan PPMI yang diutus oleh PKPU untuk mengawal rapat tersebut adalah Adam Bactiar. Ini merupakan konsekuensi dari PKPU sebagai salah satu NGO Internasional dibawah bendera PBB.

Melalui pergerakan tiga tim ini, diharapkan PKPU dapat mendistribusikan logistik dengan tepat, sesuai yang dibutuhkan oleh pengungsi. Sehingga wilayah sebaran bantuan dapat tersebar dengan luas. (Teguh/PKPU)

Laporan: Teguh Arief Septyawan langsung dari Islamabad, Pakistan