Program OVOP: PKPU Kembali Gulirkan Bibit Pisang Ambon

LEBAK - Bertempat di Desa Muncang dilakukan pengguliran bibit pisang ambon untuk para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Waluya, Sabtu siang (26/2/2011). Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan program One Village One Product (OVOP) budidaya pisang ambon secara terpadu di Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Banten

261 Siswa Sekolah Dasar di Medan Satria RW 07 Ikuti Edukasi PHBS

BEKASI - Pagi itu, Jumat-Sabtu ((25-26/2/2011) ada agenda besar untuk penyuluhan rutin Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah dasar di Medan Satria RW 07 kerjasama PT Aqua dan PKPU. Tema yang diangkat kali ini tentang pemilahan sampah.

Go Green, Wujud Kepedulian PT ASKES Terhadap Kelestarian Alam

BANDUNG - Penghijauan adalah salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis lingkungan untuk kembali memulihkan, memelihara dan meningkatkan kondisi alam agar dapat terus berproduksi dan berfungsi secara optimal.

Tak Ada Minder, Karena Aku Bisa

GUNUNGKIDUL - Tidak ada yang tak sempurna makhluk ciptaan Tuhan, meskipun terkadang menurut pandangan manusia ada kekurangan atau cacat. Namun, dibalik itu ada rahasia yang lebih bagus yaitu semangat untuk berkarya demi keluarga dan masyarakat.

KPBA Bersama PKPU Ajarkan Guru Cara Mendongeng

PADANG - Menumbuhkan minat membaca di kalangan anak-anak, Kelompok Pencinta Bacaan Anak (KPBA) bekerjasama dengan Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU dalam pengelolaan pustaka keliling. Selain itu para guru juga diajarkan tentang cara mengelola perpustakaan dan keterampilan mendongeng

PRAKIRAAN CUACA
Kota-kota DuniaPrakiraan Cuaca Dunia (hari ini)   Tanggal 27 Januari 2010   Denpaser   Hujan   Suhu : 26 - 31 °C   Jakarta   Hujan   Suhu : 23 - 32 °C   Batam   Berawan   Suhu : 24 - 31 °C   Kualalumpur   Hujan   Suhu : 24 - 32 °C   Singapura   Hujan   Suhu : 24 - 32 °C   Manila   Berawan   Suhu : 22 - 31 °C   B. Sri Begawan   Hujan   Suhu : 24 - 32 °C   Bangkok   Hujan   Suhu : 23 - 32 °C   Hanoi   Hujan   Suhu : 16 - 18 °C   Pnom Penh   Cerah   Suhu : 22 - 32 °C   Rangoon   Berawan   Suhu : 22 - 33 °C   Tokyo   Berawan   Suhu : 4 - 9 °C   Beijing   Cerah   Suhu : -9 - 3 °C   New Delhi   Berkabut   Suhu : 8 - 22 °C   Seoul   Berawan   Suhu : -5 - -3 °C   Hongkong   Berawan   Suhu : 14 - 17 °C   Jeddah   Cerah   Suhu : 18 - 27 °C   Mekkah   Cerah   Suhu : 20 - 32 °C   Madinah   Cerah   Suhu : 11 - 23 °C   Kairo   Cerah   Suhu : 8 - 16 °C   Darwin   Hujan   Suhu : 27 - 32 °C   Perth   Berawan   Suhu : 19 - 33 °C   Sydney   Hujan   Suhu : 21 - 31 °C   Moscow : Bersalju   Suhu : -18 - -18 °C   Amsterdam   Hujan   Suhu : -2 - 2 °C   London   Berawan   Suhu : -1 - 4 °C   Frankfurt   Berawan   Suhu : -9 - -1 °C   Paris   Berawan   Suhu : -1 - 1 °C   Roma   Hujan   Suhu : 6 - 14 °C   Genewa   Berawan   Suhu : -2 - 2 °C   New York   Berawan   Suhu : 2 - 8 °C   Los Angeles   Hujan   Suhu : 11 - 16 °C   Menu UtamaKota-kota IndonesiaPrakiraan Cuaca Indonesia (hari ini)   Berlaku mulai 28 Januari 2010 pukul 07.00 WIB   Sampai dengan 29 Januari 2010 pukul 07.00 WIB   Banda Aceh   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 32 °C   Kelembaban : 64 - 96 %   Medan   Hujan Ringan   Suhu : 25 - 32 °C   Kelembaban : 64 - 94 %   Pekanbaru   Berawan   Suhu : 24 - 33 °C   Kelembaban : 53 - 92 %   Batam   Berawan   Suhu : 25 - 31 °C   Kelembaban : 63 - 93 %   Padang   Berawan   Suhu : 24 - 33 °C   Kelembaban : 66 - 95 %   Jambi   Berawan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 63 - 94 %   Palembang   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 61 - 95 %   Pangkal Pinang   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 62 - 94 %   Bengkulu   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 31 °C   Kelembaban : 60 - 98 %   Bandar Lampung   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 32 °C   Kelembaban : 58 - 95 %   Pontianak   Hujan Sedang   Suhu : 23 - 33 °C   Kelembaban : 65 - 98 %   Samarinda   Hujan Ringan   Suhu : 25 - 31 °C   Kelembaban : 67 - 95 %   Palangkaraya   Hujan Sedang   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 63 - 96 %   Banjarmasin   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 32 °C   Kelembaban : 60 - 96 %   Manado   Hujan Ringan   Suhu : 22 - 31 °C   Kelembaban : 69 - 95 %   Gorontalo   Hujan Ringan   Suhu : 25 - 32 °C   Kelembaban : 62 - 95 %   Palu   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 33 °C   Kelembaban : 52 - 90 %   Kendari   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 66 - 96 %   Makasar   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 68 - 93 %   Majene   Berawan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 60 - 90 %   Ternate   Hujan Ringan   Suhu : 25 - 30 °C   Kelembaban : 65 - 97 %   Ambon   Hujan Ringan   Suhu : 25 - 32 °C   Kelembaban : 64 - 95 %   Jayapura   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 31 °C   Kelembaban : 68 - 98 %   Sorong   Berawan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 60 - 97 %   Biak   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 30 °C   Kelembaban : 73 - 95 %   Manokwari   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 30 °C   Kelembaban : 68 - 98 %   Merauke   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 31 °C   Kelembaban : 68 - 97 %   Kupang   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 68 - 97 %   Sumbawa Besar   Berawan   Suhu : 24 - 33 °C   Kelembaban : 69 - 96 %   Mataram   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 31 °C   Kelembaban : 67 - 94 %   Denpasar   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 31 °C   Kelembaban : 65 - 95 %   Jakarta   Hujan Sedang   Suhu : 23 - 31 °C   Kelembaban : 66 - 95 %   Serang   Hujan Sedang   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 65 - 94 %   Bandung   Hujan Ringan   Suhu : 20 - 29 °C   Kelembaban : 68 - 96 %   Semarang   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 31 °C   Kelembaban : 65 - 93 %   Yogyakarta   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 64 - 95 %   Surabaya   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 33 °C   Kelembaban : 63 - 95 %   Menu Utama

27 Januari 2013

PLN UIP Ring Sulmapa Salurkan Bantuan Lewat Program Prosmiling

MAKASSAR - Pascabanjir, sanitasi yang buruk dan sampah yang berserakan mengancam warga Makassar dengan berbagai penyakit infeksi. Banjir yang telah melanda Sulawesi Selatan khususnya Makassar melahirkan keprihatinan semua kalangan.

Seperti halnya PT. PLN (Persero) UIP Ring Sulmapa melalui LAZIS PLN UIP Ring Sulmapa. Bentuk keprihatinan tersebut digelar LAZIS PLN dengan menyalurkan bantuannya kepada para korban banjir melalui Program Kesehatan Masyarakat Keliling (Prosmiling).

Kegiatan sosial ini digelar dengan menggandeng Lembaga Kemanusian Nasional PKPU itu sebagai upaya dalam meringankan beban masyarakat pasca banjir. Pihak LAZIS PLN bersama PKPU menyambangi langsung para korban banjir di sekitar Pemukiman RW 05, Kelurahan Kassi-Kassi Kecamatan Rappocini, Makassar, Minggu (27/01/2013).

Hadir dalam Hadir dalam kegiatan tersebut Manager LAZIS PLN UIP Ring Sulmapa Danni Irawan, Sekretaris Lazis PLN UIP Ring Sulmapa M. Afif Farihin, Corporate Communication PKPU Makassar Hasdar, Kepala Bidang Program PKPU Makassar Arman, Ketua RW 10 Hakim, Serta tokoh masyarakat dan agama juga menyempatkan untuk hadir.

Dalam aksi sosial kali ini, LAZIS PLN dan PKPU memberikan layanan pengobatan gratis, sosialisasi kesehatan pasca banjir, serta layanan Gizi untuk Balita. PKPU menurunkan tim medis yang terdiri dari dua dokter, satu ahli gizi, dua perawat, dua Apoteker dan beberapa relawan.

Acara ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat, mengingat dampak banjir sangat berpengaruh terhadap kesehatan mereka, seperti timbulnya penyakit umum, batuk, influenza, penyakit kulit, diare, dan deman berdarah.

Sumber: Tribunnews.com - Minggu, 27 Januari 2013

PKPU Bersama 3000 Warga Lakukan Aksi Bersih Lingkungan

JAKARTA, 27 Januari 2013 - Walau banjir yang melanda Jakarta sudah surut, dan sebagian warga yang mengungsi juga sudah kembali pulang, kini yang tersisa adalah gunungan sampah dan lumpur yang terbawa oleh air rmenghiasi lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.

Hal ini jika dibiarkan bisa menjadi sumber penyakit bagi warga. Kondisi tersebut membuat Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU menerjunkan Tim Relawan dan bersama-sama warga melakukan aksi bersih lingkungan.

Aksi bersih lingkungan PKPU ini melibatkan 3000 warga di 2 RW yaitu RW 11-12 dan di pusatkan di Jl Cempaka Raya RT 008 RW 11 Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (27/1/2013) pagi.

Tim Rescue PKPU dan relawan, bersama-sama warga kerja bakti bersama membersihkan lingkungan dari gunungan sampah, lumpur dan sisa-sisa banjir yang selama lebih kurang dua minggu ini menghiasi rumah-rumah mereka.

“Di sini PKPU membangun posko besarnya dimulai dari banjir besar melanda Jakarta dua minggu lalu hingga sekarang. Selama itu kami telah melakukan banyak kegiatan seperti pengobatan gratis, pembagian logistik, selimut, hygiene kit dan lainnya. Sekarang setelah banjir surut kami akan mengkoordinir warga untuk melakukan aksi bersih lingkungan agar terhindar dari penyakit,” tutur Subur Rojinawi, koordinator tim relawan PKPU.

Kegiatan ini, lanjut Subur, juga merupakan permintaan dari warga kepada tim relawan PKPU untuk mengkoordinir mereka menjalankan kerja bakti membersihkan lingkungan. “Setelah bantuan logistik dan kesehatan di rasa mencukupi, maka penanganan pasca banjir yang belum selesai adalah bagaimana menangani sampah dan lumpur yang terbawa banjir di sekitar rumah mereka. Diharapkan dengan kegiatan ini rumah mereka akan kembali bersih dari sisa-sisa banjir tersebut,” ungkap Subur.

Subur menambahkan selain aksi bersih lingkungan, relawan rescue PKPU juga akan melakukan pemotongan sapi di daerah tersebut. Daging sapi ini akan langsung dibagikan kepada warga untuk dimasak.

Selain di Rawa Buaya aksi serupa juga akan dilakukan di Kecamatan Muara Gembong Kabupaten Bekasi. Daerah pesisir di Utara Jakarta ini memerlukan waktu hampir enam jam bagi relawan PKPU untuk dapat mencapai lokasi. Di daerah ini tim akan melakukan pelayanan kesehatan gratis dan distribusi bantuan logistik.

Walau ancaman banjir sudah mulai berkurang, namun relawan rescue PKPU tetap bergerak untuk melakukan aksi pasca bencana. Hari ini terdapat 7 titik di Jabodetabek yang akan didatangi untuk melakukan distribusi bantuan logistik, pelayanan kesehatan, pemotongan sapi dan trauma healing. Belum saatnya bagi kita untuk melupakan mereka.

Contact Person:
Sukismo
External Relation Manager
Hp : 0813.63366444, 0818.842742

Ferry Suranto
Health and Environment Network Manager
Hp. 0813.19228012

25 Januari 2013

PKPU Selenggarakan Trauma Healing di 7 Titik Banjir

JAKARTA - Jakarta masih dikepung banjir di beberapa titik, sedang di banyak titik lainnya, lumpur masih menumpuk di sana-sini. Bagi para korban banjir, hidup harus berjalan terus. Hidup harus dilanjutkan.

Sebab itu, sekitar 140 mahasiswa yang menjadi perwakilan dari Dewan Perwakilan Mahasiswa se Indonesia bekerjasama dengan PKPU akan melakukan aksi trauma healing di 7 (Tujuh) titik di Jakarta.

Aksi yang terwujud berkat dukungan penuh dan kepedulian Indosat dan Q-Tel ini akan dilaksanakan hari ini, Jumat, 25 Januari 2013 mulai pukul 13.00 secara serempak di tujuh titik banjir di Jakarta, yakni di Rawa Buaya, Ulujami (2 SD), Grogol, Kampung Melayu (2 SD), dan di Kapuk Muara. Di setiap titik ini ada sekitar 20 mahasiswa yang akan terlibat.

Ada tiga aksi utama yang akan dilakukan dalam aksi banjir hari ini, aksi akan diawali dengan kegiatan bersih-bersih daerah aksi, kemudian dilakukan aksi trauma healing dengan games-games menarik, bercerita dan mendongeng serta mewarnai bersama.

Selain itu di setiap titik akan didistribusikan 100 paket sekolah. Dengan demikian ada 700 paket sekolah yang akan disalurkan hari ini. Tak saja aksi Trauma Healing, disiagakan juga dua pos kesehatan di Rawa Buaya dan Muara Kapuk.

Banjir Jakarta tahun 2013 ini telah merenggut 19 korban jiwa meninggal. Sampai Rabu, 23 Januari 2013 saja sebanyak 45.954 orang masih hidup di pengungsian. Walau telah berangsur-angsur pulang ke rumah masing-masing, harta dan benda sudah mengalami kerusakan. Derita fisik juga disertai derita psikologis. Belum lagi, tak ada jaminan bahwa banjir ini sudah akan berakhir.

Anak-anak kemudian menjadi kelompok yang paling rentan dalam bencana ini. Sebuah derita yang sebenarnya harus diantisipasi dari awal. Banjir Jakarta ini, menurut Gubernur Jokowi, telah menimbulkan kerugian hingga 20 Trilyun Rupiah. Sebuah kerugian yang bukan main.

Bagi PKPU, kejadian banjir ini adalah tonggak pembelajaran yang begitu penting. Sebuah peringatan untuk lebih merapatkan barisan, sebagai lembaga kemanusiaan nasional, agar lebih siap mengantisipasi dan berpartisipasi dalam penanggulangan banjir Jakarta khususnya, dan banjir nasional umumnya. Semoga.

Contact Person :

Sukismo
External Relation Manager

Hp : 0813.63366444, 0818.842742

Ferry Suranto

Health and Environment Network Manager

Hp. 0813.19228012


Di Yogyakarta, Relawan Jadi Gaya Hidup

YOGYAKARTA - Bermunculannya jumlah komunitas relawan bencana di wilayah DIY pascaerupsi Merapi 2010 lalu mengindikasikan tingkat partisipasi masyarakat dalam misi kemanusiaan dan mitigasi kebencanaan cukup tinggi. Sampai saat ini saja jumlah komunitas relawan mencapai 198 (DIY-Jateng).

Meningkatnya komunitas relawan perlu didukung dengan peningkatan skill setiap anggotanya. Sri Hartoyo MM, salah satu aktivis relawan dari Forum Komunitas Lintas Relawan (Foklar) DIY-Jateng, mengatakan, kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi menjadi relawan tahun ini sangat tinggi. Relawan bisa dibilang sudah tren atau gaya hidup.

“Entah apa kemampuannya sekarang, banyak yang bisa membawa HT dengan pakaian oranye. Namun, semangat relawan harus terus diapresiasi. Jika potensi tersebut dikelola dengan baik, upaya penanggulangan bencana bisa berjalan dengan lebih baik,” terangnya, Kamis (24/12013).

Hartoyo menambahkan, jumlah relawan yang tergabung dalam forum sekitar 198 komunitas di DIY dan Jateng. Anggotanya pun mencapai ribuan orang. Dengan pertumbuhan yang demikian pesat, tidak salah jika DIY disebut sebagai “Kota Relawan”.

“Tentu saja kemampuan mereka belum merata sepenuhnya. Akan lucu ketika seorang relawan malah ditolong. Karena itu, kami akan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan basic skill para relawan,” katanya.

Selain meningkatkan basic skill setiap relawan, pihaknya juga akan membentuk klaster-klaster relawan agar lebih efisien dan terarah dalam menjalankan tugas di lapangan.

“Selama ini, ketika ada kejadian bencana apa pun bentuknya, pasti relawan langsung berjubel. Kita ingin bentuk spesialisasinya agar dalam tugasnya nanti lebih efisien dan tidak terjadi penumpukan,” ujarnya.

Sumber: KOMPAS.com, Kamis, 24 Januari 2013

PKPU Rayakan Maulid Nabi Bersama Anak Yatim dan Dhuafa Tegal

TEGAL - Meski gerimis mengguyur Kota Tegal dan sekitarnya, Rabu (23/1/2013) sore pukul 16.00 WIB, namun puluhan anak-anak yatim dan dhuafa binaan PKPU dengan penuh semangat mendatangi kantor PKPU KCP Tegal di Jl Werkudoro 199.

Dengan bersepeda mereka tampak membawa tas penuh isi, yaitu perlengkapan shalat, Alquran, buku zikir dan pakaian olah raga. Mereka akan mengikuti proses pembinaan rutin bulanan, juga dalam rangka memperingati malam maulid Nabi Muhammad SAW dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.

Tepat pukul 17.00 WIB mereka bersama-sama membaca surat Yasin, Al Waqiah, dilanjutkan membaca zikir yang berisi doa-doa yang diajarkan Nabi SAW ketika sore tiba. Di pimpim Fauzi Alihudin, Kepala Bidang Kemitraan PKPU KCP Tegal mereka bersama-sama memanjatkan doa untuk masa depan dan kemudahan rejeki serta terkabulnya hajat para donatur PKPU yang selama tiga tahun telah mendukung program beasiswa yatim dan dhuafa, serta program dan kegiatan PKPU dalam lima tahun kiprah PKPU di Kota Tegal.

Maghrib tiba, siswa binaan PKPu bersama para pendamping melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Al Hidayah. Selanjutnya mereka membaur bersama jamaah lainnya membaca shalawat dan doa bersama. Setelah makan malam mereka mengikuti training motivasi hingga 22.30 WIB.

Kepala PKPU KCP Tegal, Yusuf Sutanto mengatakan kegiatan pembinaan anak-anak yatim penerima beasiswa PKPU ini telah berjalan selama tiga tahun dengan total peserta 110 siswa dari SD, SMP dan SMA.

“Tahun ini jumlah penerima beasiswa PKPU sebanyak 80 anak, karena tahun lalu ada 30 anak yang lulus SMU/SMK dan seluruhnya sudah terserap di bursa kerja, beberapa di antaranya melanjutkan ke perguruan tinggi dengan modal beasiswa dari kampusnya,” kata Yusuf.

Untuk tahun 2013, lanjut Yusuf, akan ada yang lulus lagi hingga sisa 58 anak. “Karena itu tahun ini kami akan membuka kembali pendaftaran beasiswa terpadu PKPU hingga akan memenuhi kuota 110 anak. Masing-masing SD 10 siswa, SMP 50 siswa dan SMA 50 siswa,” terang Yusuf Sutanto.

“Insya Allah bertepatan dengan peringatan maulid Nabi yang telah diprogramkan rutin, PKPU telah memberikan santunan kepada janda dan orang jompo, pembagian beasiswa, doa dan tahajud bersama anak yatim dan dhuafa hingga subuh berjamaah, zikir pagi dan diakhiri dengan olah raga bersama. Sehingga tercukupi semua kebutuhan kita, baik lahir maupun batin,” ungkapnya.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan orang tua asuh yang telah mendukung program-program PKPU di wilayah Tegal. Semoga semua dibalas oleh Allah dengan kebaikan dan terkabulnya hajat mereka,” pungkas Yusuf Sutanto. (PKPU/Tanto/Tegal)

Follow twitter: @PKPU
Fb Fanpage PKPU: PKPU Lembaga Kemanusiaan Nasional

24 Januari 2013

Hilangkan Trauma Anak Korban Banjir

JAKARTA - Banjir yang melanda ibu kota Jakarta beberapa hari yang lalu menyisakan duka dan trauma yang mendalam khususnya bagi anak-anak yatim piatu dan dhuafa. Karenanya, sebagai bentuk upaya mengembalikan kembali psikologis mereka (trauma healing) Lembaga Nasional PKPU bersama sekitar 130 anak yatim dhuafa dan korban banjir dari Tangerang dan sekitarnya mengadakan belanja bareng yatim (BBY) di Carrefour Bintaro Tangerang.

“Program BBY ini diperuntukkan bagi anak yatim dhuafa dan para korban banjir sebagai upaya untuk menghilangkan trauma dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Rudini, Koordinator bidang yatim PKPU dalam siaran persnya yang diterima INILAH.COM, Kamis (24/1).

Menurutnya, dalam kegiatan ini para anak yatim akan diberi kebebasan berbelanja berbagai kebutuhan dengan menggunakan voucher senilai 200 ribu. Dalam aksi belanjanya mereka ditemani oleh pendamping untuk mengarahkan agar barang yang dibeli sesuai kebutuhan mereka.

“Kegembiraan terlihat jelas dari raut wajah anak-anak peserta belanja bareng, karena dengan melakukan kegiatan ini sedikitnya bisa mengobati kesedihan dan mengembalikan kondisi psikologi mereka,” jelasnya.

Program belanja bareng yatim ini bukan kali pertamanya dilakukan PKPU. Setelah pada tahun 2011 sukses memecahkan rekor nasional peserta BBY yang diikuti sebanyak 5000 yatim dari seluruh Indonesia, program ini telah menjadi salah satu program unggulan PKPU yang terus dilaksanakan. “Selain bekerja sama dengan Carrefour, untuk program kegiatan kali ini kami juga menggunakan dana infaq perseorangan,” ungkap Rudini.

Sumber: INILAH.COM, Kamis, 24 Januari 2013

31 Juli 2011

Segera Beramal di Awal Waktu


JAKARTA - Marhaban Ya Ramadan, tak terasa bulan penuh keberkahan ini kembali menghampiri kita. Ramadan menjadi bulan pemicu bagi hambaNya untuk terus meningkatkan kedekatan dan peribadatan, karena Allah sudah menjanjikan ampunan, rahmat, pelipatgandaan kebaikan dan pengangkatan derajat bagi hamba-hambaNya.

Direktur Utama PKPU Agung Notowiguno mengatakan sebagai hamba yang bersyukur tentulah kita terus berupaya dan bersegera melakukan amal terbaik yang dapat dilakukan, baik amalan sunnah, maupun amalan wajib, khususnya di bulan ramadan yang penuh berkah ini, dengan tidak menunda melakukannya.

Dalam sebuah kisah, cerita Agung, Rasulullah SAW pada suatu ketika pernah terburu-buru pulang dari shalat berjamaah karena ingat bahwa uang yang direncanakannya untuk sedekah masih belum diberikannya kepada seseorang.

“Alangkah indahnya tauladan yang dicontohkan Rasulullah SAW yang telah dijamin masuk surga oleh Allah SWT namun masih berupaya menyegerakan amal di awal waktu. Alangkah indahnya ketika kita dapat memulai sebuah tradisi sunnah yang diwariskan Rasulullah kepada kita untuk menyegerakan beramal, sebelum terputusnya kenikmatan dunia, dan kita dapat memulainya bersama dengan Ramadan mubarak ini,” tutur Agung Notowiguno di Jakarta.

“Dalam konteks ini tradisi masyarakat kita dalam menunaikan kewajiban berzakat atau amalan sunnah infak dan sedekah diakhir waktu ramadan sedikit demi sedikit harus dirubah. Tentunya hal itu dengan semangat bersegera menunaikan amal kebajikan, karena dengan demikian masyarakat yang membutuhkan dapat segera merasakan kebahagiaan di bulan ramadan,” ungkap Agung.

Sehingga tema yang diangkat PKPU dalam bulan ramadan 1432 H ini adalah sebuah tema yang menggambarkan perasaan syukur dan nikmat atas amalan zakat, infak dan sedekah yang telah tertunaikan diawal waktu dengan pernyataan, “Alhamdulillah Sudah”.

“Semoga di bulan Ramadan ini kita semua dapat menjadi hambaNya yang semakin bertakwa dan tetap terus memiliki semangat untuk bersegera beramal di awal waktu,” tutup Agung Notowiguno. (PKPU/Acep/Jabodetabek)

Proses Pembangunan SD Umbulharjo II Dimulai


Sleman, 29 Juli 2011 - Kerugian akibat erupsi Gunung Merapi dibidang pendidikan tidaklah sedikit, bahkan lebih dari 35 sekolah mulai dari tingkat PAUD, sekolah dasar hingga sekolah menengah hancur dan tidak dapat digunakan untuk proses belajar mengajar. Ribuan siswa terpaksa belajar dan menjalani ujian di sekolah darurat yang disediakan oleh pemerintah.

Mengingat pentingnya sarana yang nyaman dalam proses belajar mengajar, Lembaga Kemanusian Nasional PKPU pada hari Jumat, 29 Juli 2011 didukung oleh beberapa donatur yang peduli pendidikan mengawali pembangunan SD Umbulharjo II di Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan Sleman. Kegiatan ini merupakan realisasi program pendidikan dan sebagai rangkaian dari aktivitas PKPU dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi bencana erupsi merapi tahun 2010.

“Pembangunan SD Umbulharjo II ini, PKPU mengeluarkan dana sebesar Rp 1,2 Milyar yang dihimpun dari beberapa donatur mulai dari perusahaan, komunitas warga Indonesia di luar negeri, komunitas tabung peduli PKPU, dan masih banyak lagi,” kata Edi Nursantio, Direktur Keuangan PKPU.

“Bangunan SD Umbulharjo II ini menempati tanah seluas 1,3 hektar dan terdiri dari delapan lokal serta dibangun dengan dua lantai. Dengan peletakan batu pertama ini adalah tanda dimulainya pembangunan SD Umbulharjo II, harapan kami jika sudah selesai pelajar di lereng Merapi dapat belajar lebih nyaman, lebih bersemangat, lebih rajin dan siap berprestasi,” tambah Edi Nursantio.

Sementara itu, Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo, M.Si dalam sambutannya menyampaikan terima kasih baik atas nama pribadi, pemerintah maupun warga kepada PKPU yang telah berpartisipasi dalam proses pembangunan SDN Umbulharjo II ini. Sri Purnomo juga memberikan pesan supaya pembangunan sekolah ini benar-benar bagus dan berkualitas sehingga bisa dijadikan contoh. Dan selalu berkoordinasi dengan dinas terkait.

“Dengan kerjasama antara pemerintah dan lembaga swadaya ditengah kesulitan, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dan hasilnya terlihat saat pengumuman hasil UAN, dari 560 siswa yang di shelter dan 360 dirumah, untuk pendidikan SD lulus 100%,” pungkas Sri Purnomo.

Selanjutnya Bupati Sleman bersama Direktur Keuangan PKPU didampingi tamu undangan lainnya melakukan simbolisasi peletakan batu pertama pembangunan SD Umbulharjo II. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Sleman selanjutnya berurutan Direktur keuangan PKPU, Kepala Disdikpora Sleman, Kepala Badan Kesbanglinmas dan PB, Camat Cangkringan, Lurah Umbulharjo dan perwakilan donatur pembangunan sekolah ini.

Program pendidikan PKPU untuk warga lereng merapi tidak hanya membangun sarana pendidikan. Sebelumnya sejak warga di pengungsian, PKPU dengan armada perpustakaan keliling mengunjungi barak pengungsian untuk menghibur dan mengajak anak-anak untuk tetap belajar dengan santai. Selain itu, PKPU juga memberikan bantuan berupa buku bacaan untuk siswa yang belajar di shelter bekerjasama dengan SPM UNY.

Sementara itu, untuk pendidikan anak usia dini (PAUD), PKPU bersama HIMPAUDI Kabupaten Sleman dan Kecamatan Cangkringan menyelenggarakan pelatihan manajemen PAUD, menyalurkan Alat Pembelajaran Edukatif (APE) senilai Rp 2,7 juta kepada 10 PAUD yang ada di Cangkringan serta menggelar festival kreativitas anak usia dini dalam rangka hari anak nasional.


Informasi kegiatan, kontak:

Solihin Ika Sima
Media Relation PKPU Yogyakarta
Jl Prof Dr Sardjito No 4 Yogyakarta
Telp. 0274-561525, 555041
Faks. 0274-555 041
Mobile 085292445422; 08562963284

PKPU Gandeng Fina@net Permudah Berzakat


JAKARTA - PKPU menggandeng PT Finnet Indonesia, anak perusahaan TELKOM Group, untuk menggunakan layanan FinChannel dan Mobile Cash (MC) dalam penerimaan ZIS (Zakat, Infak dan Sedekah). Upaya tersebut ditandai dengan ditandatanganinya perjanjian kerjasama kedua belah pihak yang bertempat di Menara Bidakara I Lt. 12, Rabu (27/7/2011).

Dengan adanya layanan ini diharapkan masyarakat luas dapat lebih mudah melakukan pembayaran ZIS, terutama pada saat Ramadan yang segera datang. Kaum muslimin dapat membayar zakat melalui FinChannel yang saat ini tersedia di lebih dari 2500 agen di seluruh Indonesia. Setelah tercatat dalam sistem FinChannel, dana yang terkumpul dengan mudah dipindahkan ke bank untuk selanjutnya didistribusikan kepada penerima manfaat ZIS.

Tidak hanya itu, bagi masyarakat yang super sibuk, dapat menikmati layanan pembayaran ZIS melalui Handphone dengan layanan MC atau Mobile Cash. Masyarakat cukup mengirimkan SMS ke nomor 081282282202 dengan format “TOPUPZAKATJUMLAHKODELEMBAGAPIN. Donasi ZIS akan tersalurkan ke PKPU sesuai besaran yang diketik dalam format SMS. Masyarakat dapat berdonasi dengan kelipatan Rp. 1000,-.

Pada kesempatan itu pula, dilaksanakan demo pembayaran zakat melalui FinChannel. Direktur Utama PKPU, Agung Notowigono, diberi kesempatan untuk membayar zakat melalui sistem FinChannel. Tak lama setelah data diinput, SMS konfirmasi sampai ke HP Direktur Utama PKPU. Dana yang dizakatkan pun secara real time langsung masuk ke rekening PKPU.

Selain itu, sebelum penandatanganan kerjasama (MoU), dilakukan pula training penggunaan Finchannel untuk menerima ZIS kepada antara lain relawan PKPU, DKM Masjid, Rohis beberapa SMA, dan beberapa undangan lainnya. Satu persatu peserta dilatih mengoprasikan akun, khususnya untuk pembayaran ZIS.

Bersamaan penandatangan kerjasama tersebut, dalam rangka member manfaat kepada khalayak layanan penerimaan ZIS melalui FinChannel dan Moblie Cash adalah pertama kali dilaunching. PKPU adalah Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) pertama yang menandatangani kerja sama penggunaan layanan ini.

“Kami memilih PKPU sebagai mitra pertama kami karena PKPU memiliki track record yang baik. PKPU selama ini terbukti telah dipercaya oleh masyarakat,” kata Walden R. Bakara, Direktur Utama PT Finnet Indonesia dalam jumpa persnya. Selanjutnya, PKPU berharap realisasi potensi zakat akan semakin meningkat seiring kemudahan membayar zakat melalui sistem ini.

“Ada banyak versi mengenai potensi zakat. Ada yang mengatakan 9 trilyun bahkan ada yang mengatakan Rp 100 trilyun. Menurut FOZ (Forum Zakat- Red) realisasi potensi zakat baru Rp 1,2 trilyun. Untuk meningkatkan realisasi potensi zakat ada dua hal yang bisa dilakukan. Pertama, edukasi mengenai pentingnya zakat kepada masyarakat. Kedua, memberi kemudahan kepada masyarakat dalam membayar zakat,” kata Agung dalam sambuatannya. (PKPU/Ado/Jabodetabek)

PKPU Sayang Lansia


SURABAYA - Terkadang faktor usia yang telah lanjut mempengaruhi keadaan fisik, dimana keadaannya tidak sekuat usia muda, sedangkan menjadi tua itu pasti. Ketika manusia memasuki usia lanjut, kesehatan tubuh perlahan menurun. Seringkali kemampuan fisik manusia lanjut usia (lansia) menjadi semakin lemah sehingga lansia juga identik dengan menurunnya daya tahan tubuh dan mengalami berbagai macam penyakit.

Karena itulah, PKPU bekerjasama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Belajar Bersama Masyarakat (KKN-BBM) UNAIR angkatan ke-44 memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (27/7/2011) pukul 08.30-14.00 WIB di Balai Desa Klurak Sidoarjo.

Menurut Divisi Kesehatan PKPU Surabaya, Khoirul Bariyah, menyatakan bahwa jumlah warga yang hadir dalam kegiatan ini tercatat sebanyak 150 orang, sedangkan mayoritas yang mengikuti adalah para lansia, dengan penyakit seperti asam urat, darah tinggi, dan diabetes.

“Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah memberikan pengobatan gratis bagi warga yang tidak mampu dan diharapkan lansia dapat menjalankan aktivitasnya dengan baik,” terangnya.

Menanggapi kegiatan ini, Kholifah (55) salah satu warga yang ikut pengobatan gratis mengaku bahwa dirinya merasa senang dan terbantu dengan kegiatan ini. Senada dengan itu, Eva yang berprofesi sebagai bidan juga merasakan hal yang sama. “Senang, meskipun biasanya ada tiap bulan, tapi bayar tiga ribuan,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari mahasiswa KKN Unair mayoritas warga Klurak berprofesi sebagai buruh tani, petani dan buruh pabrik. Hal tersebut menunjukkan bahwa kondisi perekonomian yang ada di desa Klurak adalah menengah ke bawah sehingga membutuhkan bantuan pengobatan gratis khususnya lansia. (PKPU/Nanda/Surabaya)

10 Maret 2011

PKPU Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Rawamangun


JAKARTA - Tim Rescue PKPU, Rabu kemarin (9/3/2011) menyampaikan bantuan kepada korban kebakaran yang terjadi dikawasan padat penduduk Jalan Pemuda I Rawamangun, Jakarta Timur. Kebakaran yang disebabkan korsleting ini mengakibatkan sebanyak 400 jiwa terpaksa mengungsi setelah tempat tinggal mereka hangus dilahap si jago merah pada Minggu (6/3/2011) pukul 22.30 WIB dan baru padam Senin (7/3/2011) dinihari.

Hingga kini mereka masih tidur di tenda-tenda yang telah disediakan. PKPU diwakilkan Manajer DRM, Aldiansyah memberikan bantuan berupa selimut, pakaian layak, obat-obatan, susu untuk ibu hamil dan anak-anak serta keperluan wanita. Aldiansyah juga menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dan mendengarkan keluh kesah para korban kebakaran yang saat ini memilih mengungsi dibawah jalan fly over.

Menurut Kartika (40) salah satu korban kebakaran, pada saat kejadian dirinya baru saja pulang dari berdagang di kawasan cempaka putih Jakarta Timur. “Saat itu saya sedang mandi, namun tiba-tiba terdengar orang berteriak “cai cai girukeun aya kahuruan (air air cepat ada kebakaran)”, saya yang kaget langsung pake baju keluar lihat situasi, eh ternyata ada kebakaran dan sudah dekat dengan rumah.

“Saya langsung membawa anak-anak dan motor. Yang lainnya sudah tidak keburu dibawa. Hanya baju yang menempel di badan saja, tapi kami bersyukur dengan bantuan yang telah kami terima,” ujar Kartika penuh senyum sambil menunjuk bantuan PKPU yang diterimanya.

Demikian pula dialami Suginah (52), seorang janda yang kesehariannya sebagai tukang cuci sejak suaminya meninggal dunia. Tidak ada harta benda yang sempat dibawanya termasuk ijazah dan perlengkapan sekolah salah satu anaknya yang masih duduk dibangku sekolah tinggi menengah di daerah Jakarta Timur itu.

“Bukannya ga bersyukur atas bantuan yang ada, tapi saat ini yang sangat kami butuhkan adalah bahan bangunan untuk membangun kembali rumah kami yang telah hangus terbakar, dan juga peralatan untuk memasak,” dengan lugas Suginah menyampaikan harapannya. Mereka yang tinggal di kawasan padat penduduk dan merupakan tanah garapan di wilayah RW 02 ini berprofesi sebagai pemulung, pedagang kaki lima dan buruh kasar.

Setelah api padam, banyak warga kembali untuk membersihkan rumah dan mencari sisa-sisa harta bendanya yang masih bisa digunakan, meski kawasan tersebut sudah diberi garis polisi. (PKPU/Mareno Hapsari/Jabodetabek)

Home Visit Care Balita Gizi Buruk


PURWOKERTO - Untuk mengetahui dan membantu sejauh mana efektifitas dan manfaat dari program Pondok Gizi Ibu Sadar Gizi (PG Budarzi) PKPU, bagi masyarakat Grumbul Desa Jurig Kecamatan Kembaran, hari Rabu (9/3/2011) Tim PG Budarzi PKPU KCP Purwokerto melakukan home visit care Balita di Bawah Garis Merah.

Pondok Gizi Budarzi merupakan program gizi masyarakat yang berorientasi pada pemeliharaan kesehatan dan gizi balita, pembangunan kesadaran masyarakat khususnya ibu untuk menerapkan kaidah gizi dan kesehatan dalam menyusun menu keluarga khususnya balita, mendampingi dan melayani serta memanfaatkan potensi lokal dalam upaya meningkatkan dan memperbaiki status gizi masyarakat.

Pondok Gizi Budarzi di Desa Pliken adalah Pondok Gizi pertama yang didirikan PKPU KCP Purwokerto. Didirikan karena Desa Pliken Kecamatan Kembaran termasuk daerah yang paling besar penderita gizi buruknya. Setiap bulannya, Pondok Gizi PKPU ini melayani sekitar 50 orang balita mulai dari pemeriksaan rutin, penimbangan berat badan, serta pemberian makanan tambahan (PMT).

Tim PG Budarzi PKPU menyambangi satu persatu kediaman balita yang diidentifikasi gizi buruk di Bawah Garis Merah. “Selain mengidentifikasi masalah gizi warga, Tim PKPU juga memberikan makanan tambahan berupa telur, vitamin dan biscuit. Selain itu juga diberikan penyuluhan dan himbauan agar orang tua dan balitanya aktif datang di Pondok Gizi PKPU,” kata Khoirul Khotim, Kabid Pendayagunaan PKPU KCP Purwokerto.

Di Grumbul Jurig terdapat lima kasus balita gizi buruk yang akan terus didampingi PKPU dalam penanganannya. “Semoga dengan didirikannya Pondok Gizi Budarzi PKPU, dapat mengurangi kasus gizi buruk di masyarakat,” ungkap Khoirul Khotim. (PKPU/Indra/Purwokerto)

PKPU Adakan Training Pengawas Menelan Obat


JAKARTA - Pengobatan Tuberkulosis (TB) Paru selama 6-9 bulan merupakan jangka waktu sangat lama. Masa pengobatan tersebut, tidak sedikit pasien yang merasa bosan untuk menelan obat hingga sembuh. Selain itu, kondisi fisik yang sudah merasa baik/sembuh saat masa pengobatan membuat pasien malas untuk meneruskan minum obat hingga selesai.

Kondisi ini mengakibatkan banyak pasien TB yang mengalami putus pengobatan. Untuk itu, adanya seorang PMO (Pengawas Menelan Obat) yang terlatih dan memiliki keterampilan dalam pengawasan pengobatan TB merupakan suatu kebutuhan program penanggulangan TB yang paling penting dan mendasar.

Keberhasilan memutuskan rantai penularan TB bergantung suksesnya seorang PMO melaksanakan pengawasan pengobatan pasien TB hingga dinyatakan sembuh oleh tenaga kesehatan. Upaya meningkatkan angka kesembuhan pasien dan memutus rantai penularan TB, PKPU selaku Sub Recipient (SR) pelaksana Program Community TB Care Round 8, menggelar acara Training PMO (Pengawas Menelan Obat).

Training ini digelar di Rumah Makan Ayam Goreng Suharti, kawasan Dewi Sartika Jakarta Timur, dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan pada Rabu-Kamis (23-24/2/2011) diikuti 10 orang peserta

Untuk gelombang kedua dilaksanakan pada Senin-Selasa (7-8/3/2011) diikuti 15 orang peserta. Metode pelaksanaan training dilakukan menggunakan metode group disscussion dengan di dampingi 3 fasilitator yaitu Siti Nur Ramdaniati, Achmad Fahrozi dan Afrizal Appandi.

Selain itu, dihadirkan pula pembicara yang concern pada pemberantasan penyakit TB yaitu dr. Dewi Hapsari selaku Kepala Klinik Harmoni dan Ibu Wiworoningsih selaku Penanggung Jawab Program TB di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati.

Selama dua hari, para peserta dilatih menjadi seorang PMO yang memahami tugas dan fungsinya dengan baik, terampil dalam berkomunikasi dengan pasien TB. Selain itu peserta juga mampu mengontrol pengobatan pasien TB melalui pencatatan di kartu kontrol, dan mampu mengawasi pengobatan pasien TB hingga dinyatakan sembuh oleh tenaga kesehatan.

Keberhasilan seorang PMO dalam menjalankan peran dan fungsinya, maka akan mendukung upaya pemberantasan penyakit TB di masyarakat serta mencegah terjadinya putus pengobatan yang akan berakibat munculnya TB MDR (Multi Drug Resisten) baru. (PKPU/Nia/Acep/Jabodetabek)

114 Warga Sumbersari Semarang Terima Prosmiling Terpadu


SEMARANG - Program Kesehatan Masyarakat Keliling (Prosmiling) PKPU secara terpadu pekan ini menghampiri warga Sumbersari Kelurahan Wonolopo Kecamatan Mijen Semarang. Warga RT 001 sampai RT 003 RW 010 tersebut antusias hadir pada aksi kesehatan yang digelar PKPU Semarang.

Acara yang dipusatkan di Gerai Siaga Telkomsel, sebuah gedung pemberdayaan masyarakat yang dikelola PKPU kerjasama dengan Telkomsel tersebut dilaksanakan pada hari Selasa (8/3/2011).

Aksi diawali dengan fogging di pagi hari. Pukul 06.00 WIB tim fogging PKPU sudah siap aksi menyemprotkan obat fogging untuk warga kampung ‘jamu gendong’ itu. Aksi ini didasari permintaan Ketua RT 002 yang melaporkan ada warganya yang terserang DB beberapa hari sebelumnya. “Bahkan salah seorang warga sini sampai meninggal lantaran DB itu,” ujar H. Kholidi, warga Sembersari yang juga mantan Ketua RT 002.

Siang hari, tim medis PKPU melanjutkan aksi dengan pengobatan gratis dan pemberian makanan tambahan (PMT). Aksi yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut langsung dimanfaatkan dengan baik oleh warga. Satu persatu mendapatkan pelayan dengan baik. “Terima kasih atas pemeriksaan dan buburnya,” kata bu Painah, salah seorang pasien yang mengaku pegal dan linu di pinggang ini.

“Cepet sembuh ya, bu!, cepat sembuh, pak!” kata dokter Anggi, Ketua Tim Medis PKPU setiap mengakhiri pemeriksaan dengan ramah. Dokter Anggi dibantu dokter hermawan beserta 3 perawat turut menyukseskan acara ini.

Setiap pasien meninggalkan lokasi dengan penuh senyuman dan dorongan kuat untuk sehat. Tepat pukul 16.30 WIB kegiatan prosmiling terpadu ini ditutup. Tak kurang 144 orang menjadi penerima manfaat program ini. (PKPU/Surur/Semarang)

Supervisi Manajemen PKPU Bandung di Cirebon


CIREBON - Program PKPU Bandung yang dicanangkan di tahun 2011 ini ada tiga, yaitu service excellent, pengembangan KCP dan peningkatan kualitas SDM. Untuk memenuhi target pencapaian di tahun 2011, PKPU Bandung mengadakan supervisi intensif ke kantor cabang pembantu (KCP) yang berada di bawah PKPU Bandung, yaitu KCP Subang, KCP Karawang dan KCP Cirebon.

Supervisi ini sudah dimulai sejak beberapa tahun terakhir, namun belum berjalan maksimal. Di tahun 2011 ini, PKPU Bandung serta tiga KCP, berkomitmen untuk mencapai target-target yang sudah ditetapkan oleh PKPU saat Rakernas akhir tahun kemarin.

Akhir Januari 2011, Kepala Divisi Pendayagunaan PKPU Bandung, Dadan Sundana melakukan supervisi perdana ke KCP Cirebon. Dalam kunjungannya, Dadan Sundana yang mewakili PKPU Bandung memfokuskan pada bidang pendayagunaan, termasuk arahan program kerja Pendayagunaan semester pertama. Di lanjutkan supervisi di bulan Februari sebanyak tiga kunjungan, dan dilakukan secara bertahap tiap minggunya.

Minggu pertama, kunjungan Kepala Cabang PKPU Bandung, Sani Ihsan Maulana, didampingi Dadan Sundana selaku Kepala Divisi Pendayagunaan. Minggu kedua Februari, Selasa (8/2/2011) supervisi dari Kepala Divisi HRD dan GA, Selly Rahmawati, serta Kepala Divisi Keuangan, Riyanto. Dilanjutkan minggu terakhir Februari, hari Jumat (25/2/2011), supervisi Kepala Divisi Penghimpunan, Surisman Thoyib.

Semua agenda supervisi ini dihadiri oleh karyawan PKPU KCP Cirebon yang berjumlah lima orang, M. Iqbal Farizi sebagai Kepala PKPU KCP Cirebon, Taryo staf penghimpunan, Rubianto staf keuangan, Yana Septiana, staf pendayagunaan dan Adi Mulyadi staf umum.

Masing-masing Kepala Divisi melakukan supervisi yang berkaitan dengan bidang masing-masing. Sebagai kantor cabang yang masih baru 7 bulan berdiri, PKPU KCP Cirebon perlu suntikan motivasi dan pemahaman berkaitan dengan program penghimpunan, pendayagunaan, maupun percepatan dan peningkatan kualitas SDM di Cirebon.

Kepala Cabang PKPU Bandung, Sani Ihsan Maulan mengatakan “Cirebon masih menyimpan potensi yang bisa dikembangkan dan dimaksimalkan, baik dari penghimpunan zakat, infak, sedekah maupun dana CSR perusahaan di wilayah III Cirebon, dengan cakupan wilayah yang cukup luas. PKPU KCP Cirebon harus bisa mengoptimalkan potensi-potensi lokal di daerah sini,” kata Sani.

Selaku Kepala Divisi Penghimpunan PKPU Bandung, Surisman Thoyib, ikut mendesain strategi penghimpunan di tahun 2011 ini dengan menyasar dua kelompok, yaitu penghimpunan berbasis pusat uang dan penghimpunan berbasis komunitas.

Kepala PKPU KCP Cirebon, M Iqbal Farizi menyampaikan bahwa KCP Cirebon masih harus bekerja terus keras untuk meningkatkan performannya, khususnya di tahun 2011 ini yang ditetapkan sebagai tahun “pondasi” untuk Cirebon.

“Karena masih baru, PKPU harus berjuang untuk lebih dikenal oleh masyarakat Cirebon, termasuk wilayah III Cirebon (Indramayu, Kuningan, Majalengka, Cirebon). Semoga dengan diadakan program supervisi intensif dari pengurus PKPU Bandung, KCP Cirebon dapat mengejar ketertinggalan dari KCP yang lain yang ada dibawah binaan PKPU Bandung, seperti Karawang, dan Subang,” tutup Iqbal. (PKPU/Iqbal Farizi/Cirebon)

Tabung Peduli PKPU untuk SDIT Bina Insan Boyolali


BOYOLALI - Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU KCP Boyolali (8/3/2011) telah menjalin kerjasama dengan SDIT Bina Insan untuk program Tabung Peduli kepada 45 siswa. Penandatanganan kesepakatan kerjasama ini dilakukan di SDIT Bina Insan.

Acara dimulai pukul 10.00 WIB dengan perkenalan dari PKPU sekaligus presentasi tentang Tabung Peduli oleh Kepala PKPU KCP Boyolali, Deki Heriansya. Deki juga memberikan motivasi kepada para siswa yang sangat antusias agar mereka tetap saling berbagi baik dikala senang maupun susah.

Selain launching Tabung Peduli, PKPU KCP Boyolali juga menyerahkan bantuan sekolah guna perbaikan beberapa bangunan yang telah rusak berupa bantuan tunai. Bantuan ini diterima langsung Kepala Sekolah SDIT Bina Insan, Widodo.

“Saya mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya atas kerjasama dan bantuan yang telah dilakukan PKPU. Semoga dengan kerjasama ini anak-anak dapat mengambil pelajaran untuk tetap berbuat baik dan peduli tehadap sesama,” kata Widodo disela-sela acara.

Semoga kerjasama seperti ini, kata Deki Heriansya, tidak hanya berhenti sampai disini dan menular ke sekolah-sekolah lain. Sedikit ataupun banyak adalah merupakan suatu usaha yang sudah dilakukan oleh mereka yang telah rela menyisihkan sebagian rezekinya untuk saudaranya yang lain. “Semoga semuanya menjadi sebuah keberkahan,” tutur Deki. (PKPU/Susi/Boyolali)

Susuri Gang dan Perkampungan, Perpustakaan Keliling PKPU Jadi Idola


TEGAL - Minggu pagi yang cerah, sejak awal Januari 2011 lalu, sudah tiga kali dalam sebulan Tim Perpustakaan Keliling (Perpusling) PKPU KCP Tegal menyusuri gang dan perkampungan yang ada di pinggiran Kota Tegal.

Rencananya, PKPU akan terus melebarkan daerah binaan hingga mencapai wilayah Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes. Pasalnya di daerah ini, kelengkapan sarana sekolah seperti perpustakaan di tingkat SD/MI sangat kurang dengan sekolah lainnya yang ada di Kota Tegal.

Baik Kabupaten Tegal maupun Kabupaten Brebes, keduanya mempunyai wilayah yang sangat luas terbentang dari Pantura (laut) hingga ke pegunungan Slamet serta beberapa pegunungan di Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Brebes bagian Selatan dan Barat.

Kondisi inilah yang mendorong tim pendayagunaan PKPU KCP Tegal merintis adanya perpustakaan keliling walaupun masih dengan modal tekad, semangat serta keyakinan adanya sarana yang lebih memadai berupa mobil perpustakaan keliling.

Bersama Kabid Pendayagunaan PKPU KCP Tegal, Ibnun Aslamadin, Minggu (6/2/2011) pukul 07.30 WIB menyusuri Jl Prof Buya Hamka Gg. 1 Kelurahan Margadana di pinggiran Kota Tegal dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Brebes.

Kedatangan tim Perpusling PKPU disambut puluhan anak-anak SD yang sebelumnya sudah berkumpul dengan pengurus RT setempat. Dengan penuh semangat mereka berebut buku-buku dan bacaan yang disukai. Selain menyediakan buku-buku dan bacaan yang edukatif, tim Perpusling PKPU juga melakukan pendampingan kepada mereka dengan beberapa permainan edukatif guna memancing daya imajinasi dan kreatifitas.

Ketua RT setempat, Cahyono, menyampaikan terima kasih kepada PKPU dan berharap agar kegiatan serupa dapat diadakan kembali untuk membina anak-anak di lingkungannya. Hal senada disampaikan Alisa Qotrunnada, murid kelas 5 SD. “Kak, jangan lupa untuk keliling ke gang kami terus yah,” kata Alisa penuh senyum.

Sementara itu, kepada anak-anak, Ibnun Aslamadin mengatakan akan segera kembali dengan fasilitas yang dibawa lebih banyak lagi. “Kami berharap ada dermawan, donatur, baik korporat maupun perorangan yang dapat membantu semangat membaca anak-anak desa agar mereka dapat mengenyam pendidikan yang lebih tinggi untuk menjawab tantangan jaman yang semakin pelik,” kata Ibnun penuh semangat. (PKPU/Fauzi Ali/Tegal)


PKPU KCP Tegal
Jl. Werkudoro No. 173 Tegal
Telp 0283-3358123, (024) 358130, 081395706004
Email: pkputegal[at]yahoo.com

PKPU Jajaki Kerjasama Dengan PDAM Tirtanadi


MEDAN - Lembaga kemanusiaan nasional PKPU menjajaki kerjasama dengan PDAM Tirtanadi, Selasa (8/3/2011) bertempat di kantor pusat PDAM Tirtanadi Jalan Sisingamangaraja No.1 Medan, pertemuan tersebut membahas kemungkinan kerjasama program-program sosial masyarakat seperti program kesehatan, penghijauan dan bantuan air bersih.

Head Division of Public Relation mewakili manajemen PDAM Tirtanadi, Ir H Delviyandri, MPsi, menyambut gembira kedatangan tim PKPU yang dipimpin langsung Lukmanul Hakim selaku Kepala Cabang PKPU Medan. “Semoga dengan kerjasama ini kiprah PDAM Tirtanadi dalam program-program sosial masyarakat semakin diketahui oleh masyarakat luas,” ujarnya.

Lukmanul Hakim, Kepala Cabang PKPU Medan mengatakan, PKPU menawarkan kerjasama program kesehatan, penghijauan dan pengadaan air bersih untuk masyarakat kepada Manajemen PDAM Tirtanadi. “Semoga kerjasama ini akan terlaksana dan berjalan sesuai harapan masyarakat yang membutuhkan,” ujar pria asal Jakarta yang ditugaskan PKPU di Medan ini.

PKPU memiliki program sosial masyarakat bekerjasama dengan mitra perusahaan di Kota Medan dan Sumatera utara mengelola dana Corporate Sosial Responsibilty (CSR) mitra PKPU dengan memberdayakan masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

Bagi mitra perusahaan yang ingin bekerjasama dapat menghubungi PKPU Medan, telp (061) 8212502/08126508702 atau datang langsung ke kantor PKPU Medan di Jalan Setia Budi Komplek Bisnis Point Blok CC/5 Medan. (PKPU/Lukman/Medan)

Tim Medis PKPU Khitan 17 anak dan Obati Ratusan Pasien


TEGAL - Setelah salat zuhur di Masjid Al Munawwaroh, komplek Yayasan Pondok Pesantren Al Munawwaroh, Kelurahan Margadana, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Sabtu (26/2/2011), puluhan anak yatim, dhuafa, bersama orang tua, jamaah Masjid dan masyarakat mengikuti pawai dengan kendaraan dokar keliling kampung.

Pawai yang dimulai pukul 13.30-15.30 WIB dilepas oleh KH Mukhtar Khudlori, pengasuh Ponpes. Dalam sambutannya, Kaji Muktar, demikian ia biasa disapa mengatakan rasa bahagianya atas dukungan tim medis PKPU yang mengkhitan 17 anak-anak yatim dan dhuafa secara gratis serta memberikan bantuan untuk pembangunan Pondok Pesantren Yatim yang sedang proses pembangunan.

Sementara itu, Aditya, salah seorang anak yatim dari Desa Debong, anak dari Karmin (alm) dan Sumirah mengucapkan terima kasih kepada tim medis PKPU dan yayasan Ponpes Al Munawwaroh yang tiap tahun mengadakan khitanan masal.

Setelah pawai keliling kampung, satu per satu peserta khitan menjalani proses medis dengan tim medis PKPU, dilanjutkan malam hari dengan resepsi, santunan serta pengajian umum. Keesokan hari tim medis PKPU melanjutkan tugas ke Desa Dinuk, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal.

Desa yang sebagian penduduknya petani dan buruh nelayan itu sangat antusias menyambut kedatangan tim medis PKPU Tegal, semua perlengkapan sudah tertata apik di Balai Desa setempat dengan ratusan pasien yang sudah menunggu dan berjejer rapi di tempat yang sudah disediakan panitia desa tersebut.

Acara yang digelar sejak pukul 07.30-12.00 WIB, tercatat sebanyak 154 pasien yang mendapatkan pemeriksaan dan obat gratis dari tim medis PKPU Tegal. Kabid Pendayagunaan PKPU KCP Tegal Ibnun Aslamadin, mengaku kewalahan dengan antusiasme masyarakat dhuafa yang ingin mendapatkan manfaat program tersebut. “Warga masyarakat disini sangat antusias mengikuti layanan kesehatan secara gratis,” katanya di lokasi pengobatan gratis.

“Setelah mencapai 150 pasien, terpaksa pendaftaran kami tutup mengingat persediaan obat yang kami bawa hanya cukup untuk sejumlah itu saja. Insya Allah di kesempatan lain akan kita adakan kembali ke Desa Dinuk ini,” pungkas Ibnun. (PKPU/Fauzi Ali/Tegal)

53 Anak Ikuti Khitanan Masal PKPU


BUKITTINGGI - Pulang ke kampung halaman menjadi kenangan terindah dan berkesan bagi siapapun, terutama bagi donatur PKPU yang tidak mau disebutkan namanya. Lahir di Jakarta, sesekali pulang untuk mengabdikan hidup dan perhatian untuk nagari tercinta, yaitu Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur Kabupaten Agam menjadi panggilan hati yang terbendung lagi.

Nagari nan elok, dingin, serta masyarakat yang ramah dan bersahaja, membuat hati donatur PKPU terpikat dengan menaruh secercah impian untuk Nagari. Akan dibangun sebagai daerah percontohan dalam dunia pendidikan.

Hari Sabtu (5/3/2011) sebanyak 53 anak berusia 8 sampai 12 tahun, berasal dari daerah Lawang, Paparangan, Batu Tagak, Ambun Pagi, mengikuti acara khitanan masal. Acara yang digelar di Madrasah Tsanawiyah Adat dan Syara’ Nagari Matua ini dimulai pukul 11.30-22.00 WIB. PKPU Bukittinggi melibatkan 7 orang dokter ahli dan 8 mahasiswa dari calon dokter.

Kegiatan tersebut berjalan lancar dan meriah. Respon positif datang dari masyarakat setempat dan donatur. Wali Nagari berharap agar program khitanan ini tidak berhenti sampai disini. “Selain sebagai ikatan silaturrahmi, juga sebagai solusi tepat bersama memberantas kemiskinan, kesusahan dan ketidaktahuan lewat khitanan masal ini,” katanya.

“Khitanan masal yang digelar ini terbilang sukses, dan saya ikut senang,” ucap donatur PKPU Bukittinggi. Kegiatan ini dilakukan secara serentak, mulai Rengas Dengklok, Surabaya, dan Sleman.

Kepala Cabang PKPU Bukittinggi Tomi Abdullah bersama donatur berharap agar suatu saat daerah ini termasuk daerah pusat informasi bagi masyarakat. Selain karena sekolah ini mempunyai nilai syara’ dan adat, juga dekat dengan masyarakat sekitar, adanya pustaka dan pusat pendidikan lainnya. (PKPU/Nova/Bukittinggi)